MOZAIK

Kamis, 14 Juni 2018 | 00:08 WIB

Pelajaran Berharga dari Penjahit tentang Kehidupan

KH Ahmad Imam Mawardi
Pelajaran Berharga dari Penjahit tentang Kehidupan
(Foto: Ilustrasi)

PRIA ini dijuluki penjahit senior. Selama 45 tahun setia sekali "mengendarai" mesin jahitnya. Entah sudah berapa banyak kain yang dijahitnya menjadi baju dan celana. Tak ada keluhan yang pernah meluncur dari mulutnya tentang profesinya itu. Senyuman terus mengembang dengan hiasan syukur yang sering terdengar. Pak Ahmad nama penjahit ini.

Ketika saya tanya kesan-kesannya selama menjadi penjahit, beliau hanya berkata pendek: "Menjahit bermakna membuat sesuatu lebih bermakna, lebih berguna dan lebih indah." Sungguh bahasa filsafat yang bermakna sekali. Sungguh kalimat ini tak saya duga keluar dari mulut yang setiap kali berbicara dengan "kain." Semoga panjang umur ya Pak Ahmad.

Kata-kata Pak Ahmad ini mengingatkan saya pada petuah lama dari ketua penjahit tradisional: "Jadilah jarum, jangan jadi gunting." Masih banyak yang belum paham dengan kalimat itu. Lalu dijelaskanlah: "Jarum itu menusuk-nusuk, tapi merajut yang terpisah menjadi menyatu. Gunting itu berjalan lurus, tapi memisahkan yang menyatu."

Saudaraku dan sahabatku. Semua profesi kalau ditekuni dan dipelajari hikmahnya sungguh memberikan pelajaran yang berharga, pelajaran yang bisa diterapkan dalam kehidupan kita agar lebih damai dan bahagia. Saya dapatkan pelajaran hidup dari para petani, dari para pemancing dan juga dari para maling. Pelajaran tak mesti dari lembaga formal. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Antara Harga Ayam, Harga Diri dan Harga HP
Cinta Khalifah yang Selalu Menjadikan Hati Resah
Menjaga Rasa dengan Menata Kata Sebelum Bicara
Jangan Rusak Bahagiamu
Rahasia Ketenangan dan Kedamaian Hati
Hakikat Cinta dan Benci itu di Mana?
Ajari Hati Selalu Ridho Bahagia, Caranya?

ke atas