EKONOMI

Senin, 11 Juni 2018 | 16:22 WIB

Ini Faktor PDB Kuartal II di Bawah 5,2%

Indra Hendriana
Ini Faktor PDB Kuartal II di Bawah 5,2%
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Prediksi Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo soal pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II mencapai 5,2% bakal meleset.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira menyebutkan prediksi itu kurang realistis. Meskipun ada THR PNS dan pensiunan serta libur panjang, namun untuk 5,2% kelihatannya sulit tercapai, kata Bhima pada INILAHCOM, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Sebab, kata dia, tidak semua orang yang mendapatkan THR atau ASN yang mendapat gaji ke 13 dan ke 14 akan membelanjakan uangnya semua. Mereka akan lebih menyimpan uangnya untuk keperluan yang lainnya.

Misalnya untuk tahun ajaran baru sekolah. Bagi pensiunan yang dapet THR juga lebih banyak ditabung, ujar dia.

Kemudian, mengenai libur panjang, dinilainya malah akan mengganggu produksi, ekspor maupun investasi. Dengan begitu, besar kemungkinan prediksi itu meleset.

Bos BI Perry sudah memberikan prediksi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II 2018 mencapai 5,2%. Pertumbuhan kuartal II ditopang konsumsi terutama menjelang Lebaran.

Prediksi ini pun jauh lebih tingg ketimang realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 yang sebesar 5,06%.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II sekitar 5,2%. ,Karena memang ada kebijakan fiskal yang bisa mendorong konsumsi seperi dari gaji ke-13 dan THR (Tunjangan Hari Raya)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga didorong dengan peningkatan ekspor dan investasi swasta. Pasalnya, sejak kuartal I 2018, pertumbuhan investasi dianggap membaik. [hid]

#PDB2018 #PDB #Lebaran2018 #Konsumsi
BERITA TERKAIT
Pemerintah Mulai Hindari Kebijakan Tumpang Tindih
DPR Harap BI Kurangi Beban Inflasi di Masyarakat
Inilah Penopang Pertumbuhan Ekonomi 2018
RI Bidik Urutan ke-4 dengan Ekonomi Terbesar
RI Miliki Potensi Garap Era Ekonom Digital Dunia
Ini Strategi Hadapi Proteksonisme Global
Tahun Politik, Darmin Yakin PDB Bisa Tembus 5,3%

ke atas