EKONOMI

Selasa, 12 Juni 2018 | 01:25 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Diprediksi 5,15%

Indra Hendriana
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II  Diprediksi 5,15%
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ke-II, maksimal diprediksi hanya tembus 5,15 persen. Sedikit naik dari kuartal I yang hanya 5,06 persen.

Over all pertunbuhan ekonomi nasional kuartal II maksimal 5,15 %, kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira pada INILAHCOM, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Dengan demikiana, dia meyakini prediksi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bila pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal ke-II sulit tercapai.

Menurut dia, meskipun ada THR atau Tunjangan Hari Lebaran PNS dan pensiunan serta libur panjang namun untuk 5,2% kelihatannya sulit tercapai. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor.

Faktornya tidak semua THR akan dibelanjakan, sebagian disimpan untuk keperluan lain, kata Bhima.

Misalnya, kata dia, PNS yang dapat THR dan pensiunan lebih memilih menggunakan uang tersebut untuk pembiayaan anak sekolah. Sebab, tidak lama lagi memasuki tahun ajaran baru.

Bagi pensiunan yg dapetTHR juga lebih banyak ditabung, ujar dia sembari menjelaskan adanya libur panjang justru ganggu produksi sektor industri, ekspor dan investasi.

Bos BI Perry sebelumnya prediksi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II 2018 mencapai 5,2%. Pertumbuhan kuartal II ditopang konsumsi terutama menjelang Lebaran.

Prediksi ini pun jauh lebih tingg ketimang realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 yang sebesar 5,06%.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II sekitar 5,2%. Karena memang ada kebijakan fiskal yang bisa mendorong konsumsi seperi dari gaji ke-13 dan THR (Tunjangan Hari Raya)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga didorong dengan peningkatan ekspor dan investasi swasta. Pasalnya, sejak kuartal I 2018, pertumbuhan investasi dianggap membaik. [jin]

#PertumbuhanEkonomi #Indef #KuartalII-2018
BERITA TERKAIT
Indef: Sepekan ini, Rupiah Tetap Akan Bergoyang
Minyak Dunia Turun, Indonesia Kecipratan Berkahnya
Rupiah Letoi, Fundamental Ekonomi RI Jelas Keropos
Sampai 2019, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Melambat
Ekonom PDIP: Infrastruktur 'Vitamin' Ekonomi
Lawan LSM Asing, Industri Sawit Dibiarkan Sendiri
Premium Batal Naik, Dirjen Migas: Baru Rencana

ke atas