EKONOMI

Rabu, 13 Juni 2018 | 07:09 WIB

Lebaran Mendekat, Awas Kelangkaan LPG Subsidi

Indra Hendriana
Lebaran Mendekat, Awas Kelangkaan LPG Subsidi
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan LPG 3 Kg (bersubsidi) dan LPG non-subsidi, aman. Yang sering terjadi, LPG melon (subsidi) langka menjelang peringatan hari besar.

Berdasarkan pantauan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2018, per 11 Juni 2018, realisasi penjualan LPG secara keseluruhan telah mencapai 27,8 ribu Metrik Ton (MT) per hari. Atau, naik hampir 20% dibanding kondisi normal.

Pihak Pertamina sendiri telah menyiapkan stok LPG lebih dari 362 ribu MT di seluruh wilayah Indonesia dengan ketahanan stok 17 hari.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, mengatakan, kenaikan konsumsi LPG masih sesuai dengan estimasi. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan.


Sebagai informasi, kesiapan Satgas RAFI dalam memasok LPG telah dimulai sejak H-30 dengan memperkirakan kenaikan konsumsi LPG menjadi rata-rata 24 ribu MT per hari, atau naik 4% dari kondisi normal yang hanya sebesar 23 ribu MT per hari. Di mana, konsumsi LPG diperkirakan naik bertahap hingga jelang Hari Raya Idul Fitri.

Menilik kenaikan konsumsi LPG ini, kata Adiatma, selain menambah pasokan, perseroan bekerja sama dengan Pemda setempat melaksanakan pasar murah di sejumlah daerah. Langkah ini merupakan antisipasi kenaikan permintaan yang muncul secara drastis.
Tindakan ini memberikan rasa aman bagi masyarakat bahwa stok LPG selalu tersedia. Diantaranya, pasar murah pada beberapa lokasi di Kabupaten Jembrana-Bali dan Kabupaten Buleleng-Bali.

Pertamina juga melakukan monitoring harga dan stok, bersama dengan institusi terkait. Seperti yang telah dilakukan di Kabupaten Bantaeng-Sulawesi Selatan, Pertamina bersama Dinas Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan, Biro Perekonomian menemukan peningkatan harga LPG 3 kg di tingkat pengecer, menjadi antara Rp22.000-Rp30.000 per tabung. Sedangkan, harga di tingkat pangkalan antara Rp15.000-Rp17.000 per tabung.

Indikasi peningkatan harga yaitu rush buying/ pembelian dengan jumlah diatas normal oleh konsumen sehingga penyaluran menjadi tidak merata. Kami mengharapkan peran serta masyarakat untuk membeli LPG dalam jumlah yang wajar sesuai dengan kebutuhannya. Untuk ini, pangkalan LPG atau SPBU yang menjadi pangkalan berperan sebagai stabilisator harga,jelas Adiatma. [ipe]
#Pertamina #LPGMelon
BERITA TERKAIT
Arus Balik 2018, Konsumsi Naik 17%, Pertamax Laris
(Arus Balik 2018) Pertamina Siagakan 3.692 SPBU Jawa Hingga Madura
Inilah Harapan Candra di Arus Balik Lebaran 2018
Tepis Isu LPG Langka, Pertamina Gelar OP di Garut
(Arus Balik 2018) Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman
Pertamina Jamin tak Ada Kelangkaan LPG di Garut
Lebaran 2018, Garut Langka LPG Melon

ke atas