EKONOMI

Rabu, 13 Juni 2018 | 06:19 WIB

OP di Kampung Jokowi, Pedagang Daging Ayam Bankrut

OP di Kampung Jokowi, Pedagang Daging Ayam Bankrut
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Solo - Sejumlah pedagang daging ayam di Kota Solo keberatan dengan digelarnya operasi pasar (OP) di sejumlah pasar menjelang Lebaran 2018.

"Sebetulnya OP itu malah 'ngejlokke' (menurunkan) harga daging ayam di pedagang. Kami menjadi rugi, karena kami ambil dari yang biasa memasok sudah mahal," kata salah satu pedagang di Pasar Jongke, Sri (38) di Solo, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018).

Ia mengatakan, harga kotor daging ayam saat ini mencapai Rp29.000/kg. Sedangkan pedagang menjual ke konsumen seharga Rp40.000/kg. Semantara dalam OP ditetapkan harga jual daging ayam beku sebesar Rp33.000/kg.

"Jadi kalau kami jual Rp40.000/kg sudah rugi, malah dengan harga kotor segitu kami seharusnya jual daging ayam dengan harga Rp45.000/kg," kata Sri.

Sri mengatakan, tingginya disparitas harga daging ayam yang dijual di kegiatan OP dengan harga jual pedagang, membuat konsumen enggan membeli daging ayam di pedagang.
Dengan begitu, Sri yang biasanya dalam satu hari bisa menjual antara 40-50 kg, pada hari ini hanya bisa menjual sebagian saja.

"Ini banyak yang saya bawa pulang. Saya juga heran, kemarin yang memasok daging ayam di tempat saya mengatakan harga daging ayam sebentar lagi turun, tapi kok malah terus naik," katanya.

Senada, Siti Alfiah (48), pedagang daging ayam lainnya, kehilangan omset. Menjelang Lebaran, Siti bisa menjual daging ayam hingga 2 kuintal, kini turun hingga 50%.

"Tadi banyak konsumen yang lebih memilih beli daging beku, jadi tempat saya masih sisa. Ini nanti akan saya simpan untuk dijual lagi besok," katanya.

Sementara itu, pelaksanaan OP sendiri merupakan inisiasi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia untuk menurunkan harga daging ayam yang akhir-akhir ini terus mengalami kenaikan.

Terkait hal itu, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Kementerian Perdagangan Eva Yuliana mengatakan keberatan pada pedagang tentang pelaksanaan OP dapat dipahami.

"Oleh karena itu, kami akan segera mengevaluasi operasi pasar yang bekerja sama dengan Pemkot Surakarta dan peternak mandiri itu. Kami sudah tahu benang merahnya kenapa bisa terjadi demikian," katanya.

Ia juga telah meminta para peternak menetapkan harga jual ayam hidup senilai Rp21.000/kg. Dengan demikian, pedagang di pasar tradisional bisa menjual daging ayam segar dengan harga Rp33.000/kg.

"Sejauh ini, para peternak bersedia memenuhi permintaan itu, tetapi saya melihat para pedagang di pasar tradisional kulakan kepada para pedagang perantara dengan harga cukup tinggi yaitu sekitar Rp27.000/kg untuk ayam hidup sehingga menjual kembali daging ayam segar tetap tinggi sekitar Rp45.000/kg," katanya.

Ia mengatakan melihat kondisi tersebut yang perlu ditertibkan adalah pedagang perantara yang mengambil keuntungan cukup tinggi. [tar]

#PresidenJokowi #DagingAyam #Harga #OperasiPasar
BERITA TERKAIT
Kerugian Lingkungan Batalkan Divestasi Freeport
Faisal Basri: Jangan Ragu Naikan Harga Premium
Pertamax Hadir di Manokwari, Pertamina Trada Lawan
Tiga Tahun Jokowi, Jalan Tol Nambah 332 Kilometer
Demo Minta Harga Gula Petani Naik, APTRI tak Ikut
Neraca Dagang Laporan BPS Bikin Jokowi Puas
Premium Batal Naik, DPR Nilai Jonan Teledor

ke atas