PASAR MODAL

Kamis, 14 Juni 2018 | 09:09 WIB

Bursa Aussie Memasuki Hari yang Mengecewakan

Bursa Aussie Memasuki Hari yang Mengecewakan
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Sydney - Pasar saham Australia turun pada perdagangan Rabu (13/6/2018). Penjualan terkonsentrasi di beberapa sektor yang dipimpin sektor material.

Pada penutupan, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 30,9 poin, atau 0,51% menjadi 6.023,5 poin. Sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas tergelincir 31,7 poin, atau 0,51% menjadi 6.133,1 poin.

Kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy mengatakan kepada Xinhua bahwa ini adalah "hari mengecewakan" di Australia dan di seluruh wilayah, dengan penurunan di Hong Kong dan Shanghai juga.

"Penjualan tampaknya terkonsentrasi pada beberapa sektor dan kepemimpinan kinerja telah berubah beberapa kali selama hari ini", dengan saham-saham energi di bawah tekanan dalam perdagangan awal sebelum memantul kembali menuju akhir perdagangan, katanya.


"Sekarang, ini sedikit mengejutkan, logam dasar turun sedikit semalam dan emas beringsut lebih rendah. Itu memang terlihat seperti banyak pelemahan dalam harga-harga komoditas terkait dengan penguatan dolar AS, daripada kekhawatiran tentang prospek industri secara keseluruhan."

"Namun bagaimanapun, material adalah sektor berkinerja terburuk hari ini ... salah satu alasan utama mengapa indeks Australia telah berakhir sejauh ini di merah," kata McCarthy.

Bank-bank besar berakhir lebih rendah, dengan ANZ turun 0,83%, Commonwealth Bank kehilangan 0,93%, National Australia Bank kehilangan 0,8%, dan Westpac tergelincir 0,29%.

Raksasa pertambangan BHP Billiton turun 1,43% dan saingannya Rio Tinto merosot 1,19%. Woodside Petroleum merosot 0,94%, sementara raksasa minyak dan gas Santos turun 1,18%.

Jaringan supermarket Woolworths turun 0,72%, dan Wesfarmers saingannya tergelincir 0,94%. Operator penerbangan nasional Qantas merosot 0,15% dan kelompok biomedis CSL turun 1,04%. [tar]
BERITA TERKAIT
Pekan Ini Dolar di Area Negatif
Dow Akhiri Penurunan 8 Hari Perdagangan
OPEC Sepakti Kenaikan Produksi Minyak
Harga Minyak di Jalur Penguatan
(Inarno Djayadi) Inilah Sosok Bos Baru BEI
Tito Lengser, Inarno Djayadi Jadi Bos Baru BEI
Rupiah Tertekan Hebat hingga Bunga Acuan Naik

ke atas