NASIONAL

Kamis, 14 Juni 2018 | 11:44 WIB

Menhub dan Polri Rapat Atasi Macet di Rest Area

Muhammad Yusuf Agam
Menhub dan Polri Rapat Atasi Macet di Rest Area
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi dan Asisten Operasi (As ops) Kapolri Irjen Deden Juhara
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi dan perwakilan Polri yakni Asisten Operasi (As ops) Kapolri Irjen Deden Juhara menggelar rapat terkait persiapan arus balik lebaran 2018. Fokus utama yang dibahas adalah mengatasi kemacetan yang terjadi jelang Rest area di ruas tol.

Rapat digelar di gedung Korlantas Polri, Jalan MT Haryono, Cikoko, Jakarta Selatan, Kamis (14/6/2018). Rapat ini juga dihadiri Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo dan perwakilan dari beberapa instansi seperti Jasa Marga dan Pertamina.

Rapat kali difokuskan untuk mengatasi kemacetan di Rest area ruas tol yang terjadi pada arus mudik beberapa hari lalu. Rapat juga akan membahas soal penambahan resep area untuk mengatasi membludaknya pemudik yang hendak balik ke Jakarta.


"Sebelum pak menteri hadir, beliau kemarin menginginkan penambahan rest area, nanti ada penambahan rest area Semarang ke Pejagan dan Palimanan ke Jakarta, karena rest area itu masih jadi problem yang menimbulkan kemacetan maka itu butuh penambahan rest area. Ini nanti akan kita rumuskan bersama-sama di mana tempatnya," kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi di lokasi.

Sementara itu, Asisten Operasi Kapolri Irjen Deden Juhara mengatakan rapat ini digelar untuk melanjutkan pembahasan usai dilakukan survei beberapa kali titik-titik kemacetan di ruas tol. Selain itu, jalur arteri juga akan dibahas untuk mengatasi kemacetan.

"Rapat operasi ketupat ini memang beberapa kali yang kita kunjungi di beberapa titik jalan tol dari Jakarta ke Semarang baik jalan tol maupun arteri," kata Deden. [rok]
#Mudik
BERITA TERKAIT
Alasan Syafruddin Mau Jadi Menteri PANRB
Syafruddin Serahkan Wakapolri ke Jenderal Tito
Disebut 'Titipan' JK, Ini Kata Syafruddin
Kapolres Jember Pimpin Mediasi Kontroversi Wahabi
Syafruddin Sempat Dipanggil Jokowi ke Bogor
Pengganti Syafruddin, Hak Prerogatif Kapolri
Syafruddin Cium Tangan JK dan Mega Usai Dilantik

ke atas