DUNIA

Minggu, 17 Juni 2018 | 05:45 WIB
(Menghormati Idul Fitri)

Militan Taliban dan Tentara Afghanistan Berpelukan

Militan Taliban dan Tentara Afghanistan Berpelukan
(Foto: EPAS)

INILAHCOM, Kabul--Dalam peristiwa yang beberapa hari lalu kelihatan mustahil, para anggota Taliban Afghanistan tampak berpelukan dengan para anggota pasukan keamanan Afghanistan di tengah gencatan senjata tiga hari yang diberlakukan untuk menghormati Idul Fitri.

Presiden Ashraf Ghani telah memperpanjang gencatan senjata sepihak dan menyerukan kepada Taliban untuk melakukan hal yang sama.

Pemerintah juga membebaskan sejumlah militan Taliban dari penjara.

Namun 20 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri pada satu pertemuan antara Taliban dan pejabat pemerintah di Nangarhar.

Sejumlah anggota Taliban dan warga setempat termasuk di antara korban serangan bunuh diri itu, kata jurubicara provinsi Nangarhar, Attaullah Khogyani, kepada BBC seperti dilaporkan Sabtu (16/6/2018).

Taliban mengatakan mereka tidak terlibat dalam serangan itu.

Presiden Ghani menginginkan gencatan senjata Idul Fitri ini bisa jadi pembuka jalan menuju perdamaian yang lebih langgeng, dan menyerukan Taliban untuk maju ke meja perundingan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Ashraf Ghani mengatakan, sekarang para anggota Taliban dapat menerima tunjangan pemerintah seperti warga lainnya.

Namun Presiden tidak menyebut-nyebut peristiwa serangan di Nangarhar.

Video dan gambar yang memperlihatkan berbagai peristiwa bercampurnya tentara Afghanistan dengan militan Taliban dan warga di berbagai pelosok negeri dipublikasikan di berbagai media lokal.

Dalam berbagai foto juga tampak para militan bertemu Menteri Dalam Negeri Wais Barmak di ibukota Kabul.

Bagi banyak orang Afghanistan ini adalah pemandangan yang luar biasa. Hanya beberapa hari lalu saja, kedua belah pihak saling bertarung. Perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini telah meningkatkan harapan akan perdamaian permanen di negara yang dilanda perang tak berkesudahan ini.

Tolo News memposting video seorang militan yang memeluk seorang tentara Afghanistan di Kunduz, di bagian utara Afghanistan.

Disebutkan, di cuitan itu, para anggota Taliban bertemu dengan pasukan #Afghan di pos pemeriksaan kota #Ghazni selama gencatan senjata Idulfitri.

Di Kabul sendiri, puluhan militan Taliban yang tak bersenjata masuk kota untuk merayakan gencatan senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Seorang anggota Taliban tampak memegang bendera Afghanistan di sebuah jembatan di kota itu ketika sejumlah warga melakukan swafoto bersamanya.

Para militan juga berpose bersama Menteri Dalam Negeri Wais Barmak.

Taliban mengumumkan penghentian permusuhan selama tiga hari setelah gencatan senjata sepihak hingga Rabu yang diberlakukan oleh pemerintah.

Ini adalah gencatan senjata pertama Taliban sejak pemerintah mereka digulingkan oleh invasi tahun 2001 yang dipimpin AS.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pasukan AS dan mitra koalisi mereka akan "menghormati gencatan senjata" itu.

Para pejabat mengatakan tidak terjadi serangan apa pun sejak gencatan senjata diumumkan.

Pada bulan Februari lalu, Presiden Ghani menawarkan pembicaraan damai "tanpa prasyarat" dan pengakuan Taliban sebagai kelompok politik yang sah jika mereka menghormati aturan hukum.

Warga mengungkapkan keterkejutan dan kegirangan mereka.

"Saya tidak bisa mempercayai mata saya. Saya melihat Taliban dan polisi berdiri berdampingan dan melakukan selfie," kata seorang warga Kunduz, Mohammad Amir kepada Reuters.

"Itu adalah Idul Fitri yang paling damai. Untuk pertama kalinya kami merasa aman. Sulit menggambarkan kegembiraan ini," kata Qais Liwal, seorang siswa di Zabul di Afghanistan selatan.

Orang-orang berseru dan bersorak menyambut para militan Taliban saat mereka masuk berbagai kota Afghanistan, Reuters melaporkan.

Di Jalalabad di Afghanistan timur, warga memberikan berbagai buah-buahan dan makanan kepada para militan.

Puluhan ribu warga Afghanistan tewas sejak invasi pimpinan AS menggulingkan Taliban dari kekuasaan pada tahun 2001. [bbc/lat]

#militan #taliban #tentara #afghanistan #berpelukan
BERITA TERKAIT
Taliban Akan Hadiri Pertemuan di Moskow
Warga Persemakmuran Boleh Jadi Tentara Inggris
Kickboxing Makan Korban Lagi
Kapal Selam Argentina yang Hilang Ditemukan
Kamboja Bantah China akan Bangun Pangkalan AL
Mendiang Elvis Terima Penghargaan dari Trump
AS Bersumpah Ungkap Pembunuh Khashoggi

ke atas