TEKNOLOGI

Rabu, 04 Juli 2018 | 11:11 WIB

Australia Mulai Larang Penggunaan Kantong Plastik

Australia Mulai Larang Penggunaan Kantong Plastik
(Foto: voa)
INILAHCOM, Perth - Dua negara bagian Australia telah memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Sebagai gantinya, penjualan tas tahan lama makin marak, meski larangan di Australia Barat dan Queensland bermasalah. Banyak pelanggan mengatakan larangan itu menimbulkan ketidaknyamanan, tapi para aktivis lingkungan hidup memuji langkah itu.

VOA News melansir, Jaringan supermarket besar Australia telah memperjuangkan penerapan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Di sebuah toko di Perth selatan, Australia Barat, seorang pelanggan yang kesal dengan larangan itu, mencekik leher seorang pekerja toko.

Sebuah toko memutuskan untuk memberikan tas tahan lama secara cuma-cuma setelah pembeli mengancam boikot. Di tempat lainnya ada kebingungan mengenai aturan baru yang mulai berlaku Minggu (1/7/2018) di Australia Barat dan Queensland itu.

Semua negara bagian dan teritori di seluruh Australia memiliki undang-undang untuk menghapus kantong plastik sekali pakai atau berniat menerapkan undang-undang it, kecuali New South Wales.

Para pemimpin politik di New South Wales mengatakan undang-undang baru tidak diperlukan karena supermarket akan menangani sendiri masalah itu.


Woolworths and Coles, jaringan toko bahan makanan utama, tidak lagi menyediakan kantong plastik gratis bagi pelanggan mereka.

"Kami ingin menjadi pengecer yang bertanggung jawab dan mendukung lingkungan serta menghilangkan 3,2 miliar kantong plastik dari lingkungan," kata Tony Mardini, juru bicara Woolworths.

Sementara itu, Sarah Thompson dari kelompok kampanye lingkungan, Planet Ark, menginginkan larangan plastik itu lebih jauh lagi.

"Selain itu ada produk-produk yang dijual supermarket yang memiliki elemen plastik seperti sedotan, dan cangkir kopi - ada banyak kemasan yang tidak perlu," katanya.

Melarang penggunaan kantong plastik adalah bagian dari desakan untuk mengurangi sampah di Australia. Pengecer di empat dari enam negara bagian Australia akan didenda sampai US$4.600, jika menggunakan kantong plastik.

Menurut PBB, lebih dari 60 negara telah melarang atau mengenakan pembayaran bagi penggunaan tas plastik sekali pakai. Diperkirakan hingga 5 triliun kantong plastik tipis digunakan di seluruh dunia tiap tahun.

Di Kenya, larangan penggunaan kantong plastik digunakan untuk membantu mencegah malaria karena nyamuk menggunakan kantong-kantong plastik sebagai tempat berkembang biak. Di Bangladesh, kantong-kantong plastik telah menghambat saluran air dan menyebabkan banjir besar.
#Australia
BERITA TERKAIT
Demi Keamanan, Australia Akan Larang Huawei
LINE Rilis Stiker Edisi Maskot Asian Games 2018
(Ajang Good Design Indonesia 2018) Daihatsu Terios Sabet GDI of the Year 2018
Buku Pop-Up Sejarah Arcade Keluaran SEGA
Regulator Eropa Denda Google US$5 Miliar
Inovasi Kemasan, TMO Raih Good Design Indonesia
Tolak Buka Kunci Ponsel, Pria Ini Dihukum Penjara

ke atas