NASIONAL

Rabu, 04 Juli 2018 | 19:44 WIB

Cak Imin Yakin Duet JK-AHY Kalah

Agus Irawan
Cak Imin Yakin Duet JK-AHY Kalah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan dapat mengalahkan pasangan Jusuf Kalla (JK)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang diwacanakan akan diusung Demokrat jika dirinya diusung sebagai calon wakil presiden Jokowi di Pilpres 2019.

"Kalau Pak Jokowi dipasangkan dengan saya sebagai cawapres, pasti pasangan JK- AHY kalah," kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Cak Imin mengungkapkan, belum mendapat kabar soal wacana duet JK- AHY. Dia memastikan jika dipasangkan sebagai wakil dengan Jokowi akan memenangkan pertarungan Pilpres 2019.

"Kalau saya wapres Pak Jokowi pasti bisa menang di Pilpres 2019," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari, mengatakan dalam perbincangan didalam Pengurus Partai Demokrat memang membuat polling tertutup secara internal.

"Yang hasilnya 90 persen menginginkan adanya Koalisi Alternatif. Salah satu nama yang muncul dan kami anggap kapabel, baik secara elektabilitas dan pengalaman salah satunya kepemimpinan Pak JK yang pernah bersama sama Pak SBY juga saat Ini menjadi Wapres Jokowi," kata Imelda saat dihubungi INILAHCOM, Senin (2/7/2018).

Imelda menjelaskan, meski hal ini menjadi perbincangan yang ramai dibawah. "Tetap saja kami akan patuh pada keputusan Majelis Tinggi Partai nantinya yang akan memutuskan Koalisi . Belum ada keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pointnya koalisi alternatif diharapkan dapat menjadi terobosan baru dalam Pemilu 2019, tidak hanya terbelah dalam dua arus yang sudah ada sebelumnya pada Pemilu Presiden 2014 lalu. Rakyat butuh "hope" apalagi situasi ekonomi sulit Saat Ini dan kombinasi pasangan ini bisa saling melengkapi.[jat]

#Pilpres2019 #MuhaiminIskandar
BERITA TERKAIT
PAN: Tak Perlu Banyak Kartu Cukup e-KTP
PAN Minta Pemerintah Mampu Baut Skala Prioritas
BPN: Model Pembangunan Harus Seimbang
BPN: Dana Abadi Kebudayaan tak Perlu Diadakan
Ma'ruf atau Sandi Keruk Pemilih Milenial?
BPJS, Sandi Panggil Aktuaria Indonesia di Hongkong
Sandi Bakal Wajibkan TKA Berbahasa Indonesia

ke atas