EKONOMI

Kamis, 05 Juli 2018 | 17:45 WIB

Kepala BKP Kementan Pimpin Rakor Sergap di Banten

Kepala BKP Kementan Pimpin Rakor Sergap di Banten
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Lebak - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Sergap di kantor Sub Divre Lebak, Banten, Kamis (5/7/2018). Rakor ini untuk akselerasi gabah/beras petani oleh Perum Bulog.

"Sub Divre ini kan membawahi Lebak dan Pandeglang. Nah, saya dapat laporan dari Dinas Pertanian Provinsi bahwa panen di dua wilayah ini masih tinggi, makanya saya kemari dan benar masih banyak panen dimana-mana," jelas Agung.

Agung menegaskan bahwa potensi panen di Pandeglang dan Lebak di bulan Juli dan Agustus sebesar 91,9 ribu ton dan 94 ribu ton setara beras. "Dengan potensi tersebut, ini menjadi peluang emas bagi kita semua untuk membantu Bulog dalam percepatan pengadaan beras guna mengisi cadangan pangan," tambah Agung.

Kepala Bulog Sub divre Lebak Sajaka juga optimis serapan gabah/beras di wilayahnya bisa terealisasi seperti yang ditargetkan yaitu 22,8 ribu pada Juni sampai Agustus. "Kita akan terus upayakan serapan beras ke petani agar target Sergap di Lebak dan Pandeglang tercapai," ujar Sajaka.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sinar Malimping, H Ati Muflihat menyampaikan kesiapannya mendukung percepatan serapan gabah/beras. "Panen masih banyak di bulan ini, kami sanggup bekerjasama. Sekarang pun saya akan PO (purchasing order) 100 ton," ujar Ati Muflihat.

Tidak hanya itu saja, 7 Gapoktan yang hadir dalam Rakor juga telah menandatangani PO yang sama sehingga diperoleh 270 ton setara beras pada hari itu. Agung yang menyaksikan langsung penandatanganan PO antara Gapoktan dan Sub Divre Bulog, berharap agar penjualan beras ke Bulog terus dilakukan. "Saya berharap tidak hanya hari ini saja ya PO-nya, pekan depan setelah realisasi ajukan PO baru lagi ke Bulog" ujar Agung.

"Baik pak kami siap" jawab Ati dan anggota Gapoktan lainnya secara spontan.

Agung juga menyampaikan dalam rangka percepatan Sergap, harus dilakukan 6 langkah. Pertama, mempermudah dan memperluas kerjasama antara bulog dengan mitra. Kedua, memperbesar volume kontrak/order. Ketiga, Fokus pada beras medium minimal 1 juta ton pada bulan Juli-Agustus.

Keempat, mempercepat realisasi order dengan turun ke lapangan. Kelima, pembelian gabah/beras tidak kena pajak penghasilan pasal 22, dan Keenam, koordinasi Gapoktan dan mitra dengan Bulog agar mempercepat pengadaan.

Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Benny Rahman mengajak seluruh peserta Rakor yaitu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Kepala BPTP Provinsi Banten, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lebak, Dinas Pertanian dan Perkebunan Lebak, Kepala Sub Divre Lebak, turun langsung ke lapangan memanfaatkan potensi panen di bulan Juli-Agustus ini agar target serapan gabah tercapai. [*]

#BKP #BadanKetahananPangan #Kementan #Sergap
BERITA TERKAIT
Program Jagung Berkasus di Banten, BPK Masih Audit
Dua Pakar Pertanian RI 'Ngajar' e Myanmar
Teknologi Tanaman Padi Jaga Swasembada Beras
(Di Maluku dan Maluku Utara) Cara BKP Kementan Berdayakan Petani Miskin
Kementan Gelar Pameran Perkebunan di Gedung Sate
Raih Penghargaan KPK, Anggaran Tetap Harus Diaudit
Kurikulum Kopi dan Kakao Tingkatkan Kompetensi

ke atas