MOZAIK

Sabtu, 07 Juli 2018 | 03:58 WIB

Raja Ampat, Kami Datang

KH Ahmad Imam Mawardi
Raja Ampat, Kami Datang
Pianemo Raja Ampat (Foto: Istimewa)
KEMARIN kami ditakdir tiba di Phianemo Raja Ampat yang terkenal dengan potongan surga yang terjatuh ke bumi itu. Dari Surabaya naik pesawat direct 3 jam menuju Sorong Papua Barat. Kami mendarat di Bandara Domine Eduard Osok. Bandaranya bagus, cuaca panas sekali. Meski demikian, hati sejuk sekali dengan penyambutan ramah seorang Jenderal AL, sahabat baik saya.

Merasakan panasnya Papua, teringatlah saya pada cerita lama; ada murid SD Papua yang bertanya kepada gurunya yang asli Malang. "Pak Guru, mengapa matahari hanya satu?" Gurunya menjawab: "Satu saja panasnya begini, kulitmu sudah hitam begitu, lalu bagaimana lagi kalau mataharinya ada dua." Muridnya terdiam, namun saya yang komentar bahwa hitamnya kulit mereka adalah hitam yang alami, hitam bervitamin D.


Dari Sorong kami melanjutkan tour ke Raja Ampat yang terkenal itu. Dari Waisai, memakai speedboat TNI AL, kami melanjutkan perjalanan ke Phianemo. Satu kata sebagai komentar utama: "Menawan." Kami pun menginap di Christopher Resort/Homestay, rumah apung yang dikelilingi pulau-pulau kecil nan indah. Subhanallah. Beragam ikan menari di bawah rumah yang kami tempati.

Bumi Allah menang luas. Lalu mengapa hati kita kadang menyempit? Jangan-jangan karena kita lupa bersyukur karena terlalu sibuk memikirkan hal-hal kecil yang menjengkelkan. Menolehlah pada hal-hal yang menyenangkan, tersenyumlah, dan gantilah keluhan dengan puji syukur. Demi berbagi bahagia, akan saya share beberapa bagian dari perjalanan dakwah kami di Papua Barat ini. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Beramal Selagi Hidup, Tak Menyesal Ketika Mati
Refreshing sebagai Kebutuhan Hidup
Menikmati Hidup dengan Menjadi Diri Sendiri
Hubungan Terpenting yang Terlupakan
Tak Boleh Gantungkan Bahagia kepada Selain Allah
Jalan Sukses yang Berbatu
Gelar SS untuk Mereka yang Lulus Ujian Hidup

ke atas