MOZAIK

Minggu, 08 Juli 2018 | 03:59 WIB

VCO dan VOC, Dua Hal Mirip yang Berkaitan

KH Ahmad Imam Mawardi
VCO dan VOC, Dua Hal Mirip yang Berkaitan
VCO dan VOC (Foto: Riset)
HAMPIR semua ulama per"kelapa"an sepakat bahwa Virgin Coconut Oil/VCO (Minyak Kelapa Perawan) memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Jangan salahkan kalau orang Madura jaman dulu menggunakannya sebagai minyak kepala anaknya. Bukan karena miskin, tapi karena manfaatnya membersihkan kulit kepala, mungkin juga dengan isinya. Ehm, jangan terlalu dibawa serius bacanya.

Di Raja Ampat, VCO ternyata menjadi salah satu produk andalan. Kelapa mudanya juga sangat berkelas. Tadi pagi, kami sempatkan membeli 1 botol VCO itu. Belum tahu akan digunakan untuk apa. Yang jelas bukan untuk minyak rambut, walau tradisi leluhur saya di Madura juga menggunakan untuk itu. Lalu saya ingat tentang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) jaman penjajahan Belanda itu; ingat kisah di sebuah sekolah SD.

Salah satu soal sejarah yang jarang ada yang bisa menjawab di kelas 3 SD Islam sebelah rumah saya bulan lalu adalah: "Sebutkan peristiwa penting yang terjadi di 1726 dan 1945." Ada murid yang menjawab bahwa terjadi peristiwa tibanya kapal VOC Belanda pada 1726 dan peristiwa kemerdekaan Indonesia pada 1945.


Satu murid menjawab dengan jawaban yang menyebabkan orang tuanya dipanggil ke ruang khusus oleh kepala sekolah dan pak guru sejarah itu. Jawabannya adalah: "Terjadi peristiwa tibanya adzan maghrib tanda berbuka puasa untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya pada pukul 17.26 dan terjadi kemerdekaan diri dari shalat tarawih yang selesai pukul 19.45."

Orang tuanya ditanya: "Mohon maaf, mengapa anak bapak kok bodoh sekali. Apa tidak belajar di rumah? Pertanyaan sejarah kenapa kok jawabannya seperti ini?" Dengan nada agak tinggi pak guru itu bertanya sambil menunjukkan lembar jawabannya. Orang tua murid itu dengan tenang menjawab: "Anak saya memang tak suka mengingat peristiwa masa lalu karena ingin secara sempurna menikmati masa kini. Apa lagi peristiwa masa lalu itu adalah peristiwanya orang lain. Kapan dia disunnat saja lupa ketika saya tanya."

Pak kepala sekolah dan guru sejarah terdiam dan bengong mendengar jawaban orang tuanya yang sepertinya sebelas dua belas dengan anaknya. Akhirnya kepala sekolah mengakhiri pertemuan itu dengan berkata lirih: "Ya tidak apalah, yang penting anak bapak buka puasa dan shalat tarawih." Salam, AIM. [*]
#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Hubungan Terpenting yang Terlupakan
Tak Boleh Gantungkan Bahagia kepada Selain Allah
Lowongan Posisi Paling Terhormat, Ada yang Minat?
Jalan Sukses yang Berbatu
Gelar SS untuk Mereka yang Lulus Ujian Hidup
Jalan Rizki yang Tak Terduga
Mode 'Mute' untuk Menjaga Ketenangan

ke atas