EKONOMI

Sabtu, 07 Juli 2018 | 10:19 WIB
(Pameran Apkasi)

Kepala BKP Ajak Bupati Tingkatkan Produksi Pangan

Kepala BKP Ajak Bupati Tingkatkan Produksi Pangan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Tangerang Selatan - Penguatan produk lokal untuk mempercepat diversifikasi pangan dan pemanfaatan lahan kering sangat penting dilakukan untuk mendukung perwujudan kedaulatan pangan nasional.

Demikian dipaparkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, dihadapan bupati seluruh Indonesia dalam acara Rapat Kerja Nasional ke-11 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di ICE BSD City Tangerang Selatan, Jumat (6/7/2018).

"Kita memiliki dua tantangan yang harus diselesaikan bersama, pertama masalah penganekaragaman, kedua peningkatan produksi pangan yang berkelanjutan," jelas Agung.

Menurut Agung, konsumsi pangan penduduk Indonesia berlebih pada kelompok padi-padian, minyak&lemak, dan gula. Sedangkan konsumsi pangan hewani, kacang-kacangan, sayur dan buah masih kurang.

"Hal ini tercermin dari Skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang baru mencapai 90,4. Untuk mencapai target ideal (100) perlu upaya serius dan dukungan dari bupati seluruh Indonesia," tambah Agung.

Lebih lanjut Agung menyataka, Kementan memiliki program diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). "Program ini harus dikembangkan oleh bapak/ibu Bupati agar kualitas konsumsi kita naik. Apakah bisa? Saya yakin bisa, kita masih punya potensi 10,3 juta lahan pekarangan dan masih ada 8-10 juta hektar lahan marginal yg bisa dimanfaatkan," jelas Agung.

Agung juga menyoroti sumberdaya lahan Indonesia yang begitu besar. "Daratan kita lebih dari 190 juta hektar, 23% nya lahan basah dan 77% sisanya (145 juta) hektar adalah lahan kering," singgung Agung.

Mantan Kepala Biro Humas Kementan tersebut menambahkan, dari 145 juta lahan kering yang ada, 80 juta hektar berpotensi dikembangkan, yaitu 29 juta ha di kalimantan, 26 juta ha di sumatera, 21 juta ha tersebar di jawa, papua, dan sulawesi, serta 4 juta sisanya di Bali & NTT dan Maluku.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kering, sejak 2014 Kementan telah melakukan berbagai terobosan kebijakan dan inovasi pengembangan lahan kering.

"Kita telah meningkatkan Alsintan 2.000 persen, pembuatan long storage lebih dari 4.500 unit, dam, sumur dangkal, dan sumur bor. Kita juga kembangkan aplikasi biochar, aplikasi fosfat alam, biodekomposer dan pupuk hayati, varietas Impago untuk pagi gogo, dan yang saat ini sedang digalakkan adalah Larikan Padi Gogo (Larigo) Super di wilayah Aceh,Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan," kata Agung.

Dalam Rakernas tersebut, Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Benny Rachman juga mengajak seluruh peserta Rakernas yang terdiri dari bupati seluruh Indonesia, perwakilan OPD, akademisi, dan pebisnis untuk bersama-sama, saling bergandengan tangan baik antara pemerintah pusat dan daerah maupun stakeholder lainnya.

"Mari kita tingkatkan produksi pangan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman berbasis sumberdaya lokal dengan memanfaatkan potensi lahan kering yang tersedia, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera," tambah Agung. [*]

#BKP #BadanKetahananPangan #Kementan #Apkasi
BERITA TERKAIT
Program Jagung Berkasus di Banten, BPK Masih Audit
Dua Pakar Pertanian RI 'Ngajar' e Myanmar
Teknologi Tanaman Padi Jaga Swasembada Beras
(Di Maluku dan Maluku Utara) Cara BKP Kementan Berdayakan Petani Miskin
Kementan Gelar Pameran Perkebunan di Gedung Sate
Raih Penghargaan KPK, Anggaran Tetap Harus Diaudit
Kurikulum Kopi dan Kakao Tingkatkan Kompetensi

ke atas