DUNIA

Senin, 09 Juli 2018 | 07:48 WIB

Bersejarah, Pemimpin Eritrea dan Ethiopia Pelukan

Bersejarah, Pemimpin Eritrea dan Ethiopia Pelukan
PM Ethiopia Abiy Ahmed (kiri) dan Presiden Eritrea Isaias Afwerki (kanan). (Foto: Madote)

INILAHCOM, Asmara--Pemimpin Eritrea dan Ethiopia berpelukan di Bandara Internasional Asmara, hari Minggu (8/7/2018). Ini merupakan momen bersejarah dalam salah satu konflik paling lama di Afrika.

Pertemuan antara Presiden Eritrea Isaias Afwerki dan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed berlangsung di tengah-tengah menghangatnya hubungan antara kedua negara.

Pertemuan puncak mereka di ibukota Eritrea, Asmara, adalah yang pertama kalinya bagi kepala pemerintahan kedua negara sejak tahun 2000. Ketika itu, Afwerki dan mantan Perdana Menteri Ethiopia Meles Zenawi menandatangani Perjanjian Aljir, yang secara resmi mengakhiri konflik maut antara kedua negara.

Ethiopia menolak menerapkan ketentuan dalam perjanjian Aljir untuk menentukan batas-batas kedua negara dua tahun setelah perjanjian itu ditandatangani dan terus menduduki wilayah yang diberikan kepada Eritrea oleh Mahkamah Internasional.

Ini menyebabkan perang dingin antara kedua negara di Afrika Timur itu yang berlangsung hampir 20 tahun, dengan dampak merugikan terutama bagi Eritrea, negara yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan Ethiopia. [voa/lat]

#Pemimpin #Eritrea #Ethiopia
BERITA TERKAIT
Mantan Presiden Gbagbo Tetap Ditahan
Trump Berbohong, Dia Makin Terpojok
Perselisihan Trump dengan Ketua DPR Semakin Tajam
Dua WNI Bebas dari Hukuman Mati di Malaysia
Maher Younis Selesaikan 36 Tahun Penjara Israel
(Bikin Onar) Keluarga Turis Inggris Diusir dari Selandia Baru
Vietnam Bersiap Menyambut Kim Jong-un

ke atas