EKONOMI

Senin, 09 Juli 2018 | 13:14 WIB

Kuartal II-2018, Bos BI Ramalkan CAD Makin Kuat

Indra Hendriana
Kuartal II-2018, Bos BI Ramalkan CAD Makin Kuat
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, meramalkan, defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) di kuartal II-2018, masih terjadi.

Namun, Perry menegaskan tak perlu khawatir atas terjadinya defisit neraca transaksi berjalan tersebut. Di kuartal III dan IV, kemungkinan terjadi surplus. Alhasil, defisit akan di bawah 2,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kuartal dua secara musiman defisit transaksi berjalan agak lebih tinggi. Tapi, secara tahunan, triwulan tiga dan empat akan uturn. Sehingga, total dalam setahun masih di bawah 2,5% PDB," papar Perry di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Proyeksi Perry, neraca perdagangan di kuartal II-2018 bakal mengalami defisit US$790 juta. Melompat tinggi ketimbang kuartal pertama yang hanya US$450 juta. Alhasil, 'pertumbuhan' defisit ini bakal melahirkan CAD tinggi.

Perry mengatakan, kinerja impor dalam beberapa bulan terakhir meningkat cukup kuat. Terutama impor yang terkait alat strategis, kebutuhan infrastruktur, dan kebutuhan pangan menjelang Lebaran. "Tapi itu hanya musiman. Setelah mereda maka neraca dagang akan surplus lagi," kata Perry.

Sedangan ekspor pada Juni 2018, kata Perry, bergerak amat terbatas, sejalan dengan panjangnya libur Lebaran.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara memperkirakan, CAD kuartal II-2018 bisa melebihi 2,5% dari PDB. Lebih tinggi ketimbang kuartal I yang hanya 2,1% dari PDB.

Namun, Mirza setali tiga uang dengan Perry bahwa posisi CAD hingga akhir tahun akan berada di bawah 3% dari PDB. Mudah-mudahan perkiraan ini tidak meleset. [ipe]
#CAD #Defisit #BankIndonesia #NeracaDagang
BERITA TERKAIT
Sri Mulyani Heran Green Tea Saja Impor?
Defisit Transaksi Berjalan Bikin Ani Darah Tinggi
DPR Cemaskan Dampak Naiknya Kurs Dolar Bagi Bisnis
Sri Mulyani Dibikin Girang Keseimbangan Primer
September Ceria, BI Yakin Rupiah Berotot Lagi
Jurus Anak Buah Jonan Tekan Defisit Neraca Dagang
Bukan Dadakan, Jadwal RDG BI Bergantung The Fed

ke atas