MOZAIK

Kamis, 12 Juli 2018 | 10:00 WIB

Laksanakan Akikah dengan Utang, Bolehkah?

Laksanakan Akikah dengan Utang, Bolehkah?
(Foto: Istimewa)
SEORANG muslim dituntut untuk menghidupkan sunnah-sunah nabi shallallahu alaihi wa sallam. Aqiqah hukumnya sunnah muakkadah dan tidak wajib menurut pendapat yang kuat, dan hendaknya orang yang memiliki kemampuan melaksanakan sunnah ini.

Adapun orang yang belum mampu saat itu maka jika dia memiliki sumber penghasilan yang dia berharap bisa membayar hutang dengannya di kemudian hari maka tidak mengapa dia berhutang.

Imam Ahmad rahimahullahu berkata: Kalau dia tidak memiliki harta untuk aqiqah kemudian berhutang maka aku berharap Allah menggantinya karena dia telah menghidupkan sunnah. (Al-Mughny, Ibnu Qudamah 13/395)


Namun kalau tidak memiliki penghasilan tetap maka jangan dia berhutang karena nanti akan memudharati dia dan orang yang menghutanginya. (Lihat Kasysyaf Al-Qina an Matnil Iqna, Manshur bin Yunus Al-Bahuti 2/353)

Allah taala berfirman: Bertaqwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian.

Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu: Dan adapun meminjam uang untuk keperluan aqiqah maka dilihat, kalau dia berharap bisa mengembalikan seperti seorang pegawai misalnya, akan tetapi ketika waktu aqiqah dia tidak memiliki uang, kemudian dia meminjam uang sampai datang gaji maka ini tidak mengapa, adapun orang yang tidak punya sumber penghasilan tetap yang dia berharap bisa membayar hutang dengannya maka tidak selayaknya dia berhutang. (Liqa Al-Babil Maftuh, Al-Maktabah Asy-Syamilah)

Wallahu taala alam. [Ustadz Abdullah Roy, Lc]
BERITA TERKAIT
Jalan Menuju Masjid Hapus Dosa & Tinggikan Derajat
Rida Istri tak Diperlukan dalam Berpoligami
Suami Bertanggung Jawab Atas Istri Saat Kiamat
Sahabat yang Bersahabat, Sahabat Sesungguhnya
Benarkah Suami Saleh Itu Romantis?
Pengabdian dan Penghambaan kepada Jin
Tak Ada yang Gratis Berurusan dengan Jin Khodam

ke atas