DUNIA

Selasa, 10 Juli 2018 | 16:05 WIB
(Kalau Bukan Penduduk Agra)

Muslim Dilarang Salat Jumat di Taj Mahal

Muslim Dilarang Salat Jumat di Taj Mahal
Taj Mahal (Foto: indiatoday)
INILAHCOM, New Delhi--Mahkamah Agung di India menyatakan umat Muslim yang bukan penduduk kota Agra tidak akan diizinkan salat Jumat di kompleks Taj Mahal, demikian BBC melaporkan, Selasa (10/7/2018).

Para hakim mengatakan monumen dari abad ke-17 tersebut adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan harus dipelihara.

Hakim AK Sikri dan Ashok Bhushan mengatakan terdapat sejumlah masjid lain di Agra dan orang-orang yang bukan penduduk dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk salat Jumat.

"Ini (Taj Mahal) adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan kami tidak ingin hal ini musnah. Kami menolak (petisi ini). Mengapa untuk melakukan salat seperti ini mereka harus ke Taj Mahal? Kami tidak menerima (petisi ini). Ada berbagai masjid lain. Mereka dapat salat di sana," kata para hakim mahkamah seperti dilaporkan Press Trust of India.

Keputusan mahkamah dikeluarkan setelah adalah pertanyaan terkait peraturan pemerintah sebelumnya yang melarang bukan penduduk untuk sembahyang Jumat di masjid kompleks tersebut.

Pengacara pihak yang mengajukan petisi, Syed Ibrahim Hussain Zaidi, presiden Taj Mahal Masjid Management Committee, Agra, mengatakan setiap orang seharusnya diizinkan memasuki masjid dan melakukan salat di sana.

Taj Mahal tertutup bagi wisatawan setiap hari Jumat.

Pemerintah setempat mengatakan keputusan untuk penduduk tersebut karena alasan keamanan.

Banyak penduduk setempat yang mengeluh karena bukan penghuni kota dan wisatawan menggunakan kesempatan memasuki gerbang Taj Mahal pada hari Jumat. [bbc/lat]

#muslim #salat #tajmahal
BERITA TERKAIT
Warga Eropa Barat Ingin Busana Muslim Dibatasi
Situs Niaga di Singapura Jual PRT Indonesia
Alibaba Batalkan Buka 1 Juta Pekerjaan di AS
(Hanya dengan Kata Talak) India Larang Pria Muslim Ceraikan Istri
Korea Utara Sepakat Tutup Lokasi Uji Coba Nuklir
Foto Bocah Menangis Menghasilkan Rp613 Juta
Seorang Pastor Italia Diculik di Niger

ke atas