NASIONAL

Selasa, 10 Juli 2018 | 17:50 WIB

PKB Tak Sakit Hati Jika Jokowi Tak Pilih Cak Imin

Ray Muhammad
PKB Tak Sakit Hati Jika Jokowi Tak Pilih Cak Imin
Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid mengungkapkan partainya belum memikirkan langkah lanjutan jika Joko Widodo (Jokowi) tak memilih ketua umum Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres di Pilpres 2019.

Ia mengatakan hingga saat ini PKB belum terpikir untuk keluar dari koalisi pendukung Jokowi atau membentuk poros baru untuk Pilpres bila Cak Imin tak bersanding dengan Jokowi.

"Itu belum diprogramkan. Belum dipikirkan oleh kami. Hal yang dipikirkan PKB sampai saat ini adalah fokus Jokowi-Cak Imin, tidak ada fokus lain," kata Jazilul di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

PKB, lanjutnya, hingga kini belum ada ajakan dari partai politik yang lain untuk membentuk koalisi baru sebagai langkah alternatif bila Cak Imin tak menjadi cawapres calon petahana.

"Aman lah posisi PKB ini. Lagipula saya tanya Cak Imin ketika pemasangan posko, katanya Pak Jokowi tahu dan merestui. Pokoknya proposan jelas dari kami, tetapi yang mengoreksi bukan dari kami," jelasnya.

Lebih jauh, ia mengatakan PKB tak akan merasa sakit hati kepada Jokowi jika pada akhirnya Cak Imin tak jadi cawapres saat pilpres nanti.

Namun, dirinya mengingatkan bahwa selama ini Cak Imin menjalin hubungan yang tulus dan tidak pernah merugikan dalam berkoalisi bersama pemerintahan Jokowi-JK.

"Kalau soal sakit hati, di politik tidak boleh merugikan bangsa. PKB tulus membangun hubungan dengan Pak Jokowi. Kalau misalnya besok Pak Jokowi kenapa tidak pilih (Cak Imin), kami tidak tahu alasannya. Jangan-jangan ada pihak ketiga yang merenggangkan," paparnya.[jat]

#Pilpres2019 #MuhaiminIskandar
BERITA TERKAIT
Erwin Aksa ke 02, JK Juga Dukung Prabowo-Sandi?
Alasan 02 Ingin Saksi Pilpres dari Internasional
(Kumpulkan Kepala Desa Se-Indonesia) Jokowi Jangan Kampanye Terselubung
Sandi Kembali Tegaskan Akan Perjuangkan Nasib Guru
Sandi: Negara Kaya Jika Mampu Kelola Kebudayaan
PAN: Tak Perlu Banyak Kartu Cukup e-KTP
PAN Minta Pemerintah Mampu Buat Skala Prioritas

ke atas