EKONOMI

Rabu, 11 Juli 2018 | 01:29 WIB

Bos Pajak Yakin Setoran Pajak 2018 Naik 18%

Bos Pajak Yakin Setoran Pajak 2018 Naik 18%
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan optimistis pertumbuhan penerimaan pajak mencapai 18% hingga akhir 2018.

"Kalau bisa tumbuh 17 hingga 18 persen itu sesuatu yang baik," kata Robert dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Robert mengatakan, proyeksi itu lebih baik dari pertumbuhan penerimaan pajak hingga semester I-2018 yang tercatat senilai 13,96%.

Prediksi tersebut juga lebih baik dari pertumbuhan penerimaan pajak, di luar pendapatan dari program amnesti pajak, pada semester I-2018 senilai 16,71%.

Oleh karena itu, Robert mengharapkan realisasi penerimaan pada semester II-2018 dapat lebih baik dari semester I-2018, apalagi pertumbuhan pajak tanpa amnesti pajak sudah relatif tinggi.

"Sepanjang kami mempertahankan pencapaian, dengan perbaikan kepatuhan dan administrasi perpajakan, peningkatan pengawasan dan pemeriksaan secara fair, kami yakin bisa mengejar," katanya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juni 2018 mencapai Rp581,54 triliun atau 40,84% dari target Rp1.424 triliun.

Berdasarkan jenis pajak, penerimaan tersebut berasal dari PPh pasal 21 senilai Rp67,9 triliun atau tumbuh 22,23% dan PPh pasal 22 impor senilai Rp27,02 triliun atau tumbuh 28%.

Kemudian, PPh badan senilai Rp119,9 triliun atau tumbuh 23,79% dan PPN dalam negeri senilai Rp127,8 triliun atau tumbuh 9,1%. Selain itu, PPh Orang Pribadi senilai Rp6,98 triliun atau tumbuh 20,06% dan PPN impor senilai Rp83,86 triliun, atau tumbuh 24,3%.

Sektor yang mengalami pertumbuhan tinggi pada semester I-2018 adalah pertambangan 79,71%, pertanian 34,25%, perdagangan 27,91% dan pengolahan 12,64%. [tar]
#Pajak #APBN2018
BERITA TERKAIT
Sri Mulyani Dibikin Girang Keseimbangan Primer
Ekonomi Sulit, Tax Holiday Diobral untuk Industri
Sektor Migas 2018 Masih Surplus
Sri Mulyani Ajak Pengusaha Kompak Jaga Ekonomi RI
Defisit Bakal Tembus US$25 M, Pemerintah Siap-siap
Sri Mulyani Heran Green Tea Saja Impor?
SKK Migas Apresiasi PEP Kelola Sukowati Field

ke atas