MOZAIK

Jumat, 13 Juli 2018 | 07:00 WIB

2 Sebab Diturunkannya Mukjizat (2)

2 Sebab Diturunkannya Mukjizat (2)
(Foto: Ilustrasi)

SEMUA mukjizat, datangnya dari Allah. Makhluk tidak mampu menciptakannya. Murni pemberian dari Allah. Hanya saja, dilihat dari sebabnya, bisa kita simpulkan ada 2:

[2] Mukjizat yang diberikan Allah karena permintaan orang-orang kafir yang menentangnya.

Seperti yang terjadi pada Nabi Soleh alaihi salam, umatnya menantang beliau untuk menjadikan onta dari batu. Allah menceritakan hal ini di surat as-Syuara,

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu." Lalu mereka meminta bukti kenabian Soleh, dan dibuktikan oleh Allah,

Mereka berkata: Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir; (153) Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar. (154) Shaleh menjawab: Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu.. (QS. as-Syuara: 141 155)

Ibnu Katsir menjelaskan, "Para ahli tafsir menyebutkan, bahwa kaum tsamud berkumpul di pusat keramaian mereka. Lalu datang Nabi Soleh, mengajak mereka untuk kembali kepada Allah, menasehati mereka dan memerintahkan mereka untuk bertauhid.

Lalu mereka menantang, Coba, bisa gak kamu mengeluarkan onta dengan sifat-sifat seperti ini dari batu besar ini..!!
Jawab Nabi Soleh, Jika saya bisa mendatangkan seperti yang kalian minta, apakah kalian akan beriman kepada apa yang kusampaikan?
Ya, kami beriman! Jawab mereka.

Kemudian Nabi Soleh mengambil janji mereka. Lalu Nabi Soleh mengerjakan shalat di mushola beliau, kemudian berdoa kepada Allah untuk mengabulkan permintaan mereka. Akhirnya Allah perintahkan batu besar itu untuk merekah dan mengeluarkan onta besar sesuai yang diminta orang kafir itu. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/157).

Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

BERITA TERKAIT
Cinta Bukan Liontin Hati yang Bisa Kau Hadiahkan
Tiada Lagi Senyum yang Menghias dii Bibir
Ayo Tinggalkan! Dusta Mengantarkan Pada Kejahatan
Pesan Perdamaian untuk para Politikus
Sholat Sebagai Pokok Agama
Setiap Perbuatan Pasti ada Balasannya
Membunuh Waktu Mengais Hikmah dari Senior

ke atas