MOZAIK

Jumat, 13 Juli 2018 | 09:00 WIB

Solusi Jual Beli Rumah yang sedang Disewakan

Solusi Jual Beli Rumah yang sedang Disewakan
(Foto: Istimewa)
ULAMA berbeda pendapat mengenai hukum menjual barang yang sedang disewakan. Sementara Imam as-Syafii memiliki 2 pendapat dalam hal ini.

Dalam Kasyaf al-Qina dinyatakan,

Akad ijarah tidak batal karena yang menyewa membeli barang yang disewakan. Karena awalnya penyewa memiliki manfaat atas barang itu (dengan akad sewa), kemudian dia memiliki barang itu. Dan ini tidak saling bertentangan. (Kasyaf al-Qina, 4/31).

Ibnu Qudamah menjelaskan, "Ketika ada orang yang menyewakan barang, kemudian dia menjual barang itu, maka akad jual belinya sah. Demikian yang ditegaskan Imam Ahmad. Baik dijual ke yang menyewa atau ke orang lain." (al-Mughni, 5/350).

Kita memiliki satu kaidah, "Semua yang sibuk tidak boleh disibukkan *** dengan kegiatan yang bisa menggugurkan kesibukan sebelumnya." (Syarh Mandzumah Ushul al-Fiqh, Ibnu Utsaimin)


Ketika rumah itu sedang disewakan, maka rumah ini sedang disibukkan dengan akad sewa, sampai masa berakhirnya sewa. Sehingga tidak boleh dilibatkan dengan kesibukan yang kedua, yaitu akad lainnya, yang bisa menggugurkan akad sewa.

Imam Ibnu Utsaimin, "Jika dia disibukkan dengan yang tidak menggugurkan kesibukan pertama, tidak masalah. Namun jika objek itu sibuk kemudian kita sibukkan dengan yang menggugurkan kesibukan pertama, maka ini yang tidak boleh." (Syarah Mandzumah Ushul al-Fiqh, Ibnu Utsaimin)

Karena itu, selama masih memungkinkan untuk digabungkan, dimana akad kedua tidak mengganggu keberlangsungan pada akad pertama, maka tidak masalah dilakukan bersamaan. Karena itu, dari kasus di atas, kita bisa memberikan rincian,

[1] Jika pembeli menginginkan agar rumah itu segera dipindah tangankan setelah akad jual beli maka penjual memiliki 2 pilihan,

(a) Meminta kerelaan penyewa untuk membatalkan sewanya. Jika penyewa bersedia, maka akad jual beli bisa dilangsungkan.
(b) Meminta kerelaan pembeli agar penyerahan rumah ditunda sampai selesai masa sewanya. Jika calon pembeli bersedia, akad jual beli bisa dilangsungkan.

Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]
BERITA TERKAIT
Kepakkan Sayap dan Bulumu
Kisah Memuliakan Tulisan Nama Allah yang Tercecer
Sandal Bertuliskan Arab, Bolehkah Diinjak?
Larangan Keras Islam kepada Lelaki Peniru Wanita
Berapa Kali Sepekan Hubungan Seks yang Afdal?
Dusta Mengantarkan kepada Kejahatan
Nikah Siri 'Asyik' Tapi Ditolak

ke atas