DUNIA

Rabu, 11 Juli 2018 | 16:55 WIB

Janda Pembangkang Cina Tiba di Jerman

Janda Pembangkang Cina Tiba di Jerman
Liu Xia (Foto: bbc)

INILAHCOM, Berlin--Liu Xia, janda pembangkang Cina dan peraih penghargaan Nobel Perdamaian Liu Xiaobo, berhasil meninggalkan Cina dan tiba di Jerman, demikian VOA melaporkan, Rabu (11/7/2018). Liu sebelumnya menghabiskan delapan tahun terakhir dalam tahanan rumah yang ketat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan kepada wartawan, Liu Xia meninggalkan Beijing untuk mendapatkan perawatan medis. Abangnya, Liu Hui, menulis di media sosial bahwa adiknya telah meninggalkan Cina "untuk memulai kehidupan barunya" di Eropa.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan "Amerika menyambut baik kabar bahwa pihak berwenang Cina telah membebaskan Liu Xia dari tahanan rumah dan mengizinkannya meninggalkan Cina sebagaimana yang telah diinginkannya sejak lama. Kami akan terus menyerukan kepada Pemerintah Cina untuk membebaskan seluruh tahanan hati nurani dan menghormati HAM dan kebebasan fundamental seluruh individu."

Senator faksi Republik Marco Rubio, yang juga Ketua Komisi Kongres Untuk Cina, mengatakan kepada VOA bahwa "ia (Liu Xia) seharusnya tidak pernah ditahan. Kami gembira dengan pembebasannya."

Liu Xia dikenai tahanan rumah pada 2010 ketika suaminya, penulis, kritikus dan intelektual terkemuka Liu Xiaobo, memenangkan penghargaan Nobel Perdamaian.

Liu Xiaobo ditahan 2009 dan dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun atas tuduhan melakukan subversi dengan membantu menulis "Babak 08"--suatu manifesto politik yang menyerukan diakhirnya sistem satu partai Cina. Liu Xiaobo meninggal tahun lalu karena kanker hati dalam usia 61 tahun. Dia menjadi penerima anugerah Nobel Perdamaian pertama yang meninggal ketika berada dalam tahanan pemerintah, sejak seorang pencinta damai terkenal Carl von Ossietzky meninggal karena TBC pada 1938 di Berlin, di bawah rezim Nazi. [voa/lat]

#janda #pembangkang #cina
BERITA TERKAIT
Saudi Tolak Ekstradisi Para Pembunuh Khashoggi
Demo Sebabkan Ekonomi Prancis Ambruk
Lagi, Staf Penting Donald Trump Mundur
Emir Qatar Tidak Hadiri KTT Teluk di Arab Saudi
Prancis: AS Tidak Usah Campuri Politik Prancis
Polisi Masih Buru Pelaku Insiden di Lantai Disko
ISIS Masih Mencoba Bertahan di Irak

ke atas