NASIONAL

Kamis, 12 Juli 2018 | 00:11 WIB

Tangerang Dukung Percepatan Proyek Strategis

Tangerang Dukung Percepatan Proyek Strategis
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung penuh rencana strategis nasional yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang, seperti pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan beberapa ruas jalan tol.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moh Maesyal Rasyid mengatakan rencana strategis nasional yang sedang berjalan saat ini perluasan Bandara Soekarno-Hatta serta rencana pembangunan Bandara Soekarno-Hatta 2 di Kecamatan Pakuhaji, Jalan Tol Pantai Utara Tangerang dan Jalan Tol Serpong-Balaraja.

"Pembangunan di Kabupaten Tangerang terus berkelanjutan, kami tidak bisa berdiam diri," katanya kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).

Menurut dia, program pembangunan tersebut memiliki dampak luas bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Misalnya, Pemerintah Daerah turut andil dalam perluasan bandara dalam membantu menyediakan lahan bagi domisili baru warga.

"Kami tidak mungkin menolak warga untuk domisili baru mereka (setelah ada perluasan bandara) mereka mencari lahan dekat dengan asal tempat tinggal lama," ujarnya.


Kemudian, Maesyal mengatakan pemerintah daerah juga perlu kawasan industri, niaga, hotel, jasa kargo infrastruktur lainnya dalam menopang pertumbuhan ekononi dan penduduk agar terciptanya lapangan pekerjaan baru.

"Sehingga pemerintah daerah turut andil dalam penyediaan ruang dan lapangan pekerjaan juga terbuka, industri tumbuh berkembang sehingga harus direspon cepat, jelas dia.

Sementara Kuasa Hukum Pemerintah Kabupaten Tangerang, Deden Syuqron mengatakan untuk tata ruang dipastikan saat ini sudah selesai peruntukan dan mengacu pada Peraturan Daerah.

Yakni Perda Nomor 13 tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Tangerang 2011-2031, diperkuat Perda Nomor 5 tahun 2017 Pemerintah Provinsi Banten tentang perubahan atas Perda Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten Tahun 2010-2030.

Secara yuridis alih fungai lahan hanya terjadi apabila telah ditetapkan sebelumnya dalam Perda/ Perbup sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, tandasnya. [ton]
BERITA TERKAIT
OTT Lapas Sukamiskin, DPR Bakal Panggil Menkumham
DPR Sesalkan Ada Jual-Beli Izin Lapas ke Koruptor
Polisi Kejar 23 Napi Narkoba Kabur di Jayapura
(Jelang Pertemuan SBY-Prabowo) Petinggi Demokrat-Gerindra Akan Gelar Konsolidasi
Gugatan Perindo Soal UU Pemilu Dipertanyakan
Jual Beli Kamar Lapas Sukamiskin Tanpa Sandi
KPK Ultimatum Seluruh Kalapas se-Indonesia

ke atas