NASIONAL

Kamis, 12 Juli 2018 | 03:15 WIB

Duet JK-Prabowo Kecil Peluangnya Di Pilpres 2019

Ivan Setyadhi
Duet JK-Prabowo Kecil Peluangnya Di Pilpres 2019
Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Setelah sibuk menerka-nerka calon wakil presiden Jokowi, isu baru kembali berhembus, Jusuf Kalla (JK) masuk daftar calon presiden.

JK santer diisukan akan menjadi lawan Jokowi di Pilpres 2019 dengan menggandeng Prabowo.

Namun, Pengamat Politik Hendri Satrio melihat kecil peluang JK untuk jadi capres, atau bahkan cawapres sekalipun.

"Ga terlalu besar (kemungkinannya), selain kabarnya masih menunggu Judicial Review ke MK soal masa jabatan presiden dan wakil presiden," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (11/7/2018).

JK memang masih terganjal persoalan aturan tentang jabatan presiden dan wakil presiden. Dimana dalam undang-undang tentang pemilu, batas jabatan presiden dan wakil presiden hanya dua periode.


Sementara JK sudah dua kali jadi wapres. Sebelum bersama Jokowi (2014-2019), JK sudah pernah jadi wapres di era presiden SBY (2004-2009).

Namun, JK memiliki celah karena aturan tersebut tidak mengatur detail yang dimaksud dua periode. Apakah berturut-turut atau tidak.

Selain itu, menurut Hendri, hingga saat ini, belum ada lawan sepadan untuk Jokowi di Pilpres selain Prabowo.

"Prabowo masih jadi lawan terberat Jokowi sampai saat ini. Dia lebih pas jadi capres," ungkapnya.

Persoalan masih mungkin akan muncul jika duet JK-Prabowo diteruskan. Dimana kemungkinan koalisi Gerindra-PKS, dan mungkin PAN, bisa bubar ditengah jalan.

Sebab diketahui, PKS sudah jauh-jauh hari menyodorkan 10 cawapres ke Prabowo untuk diduetkan. Jika posisi cawapres tidak diberikan ke PKS, bukan tidak mungkin koalisi nonpemerintah akan bubar sebelum bertarung.[Ivs].
#Pilpres2019 #JK #Prabowo
BERITA TERKAIT
Soal Ketua TKN, Jokowi: Santai Saja Lah
Isu Gatot Jadi Ketua, TKN Jokowi: PKS Jangan Kepo
Mundur, TKN Jokowi Persilakan SMI Hadir Kampanye
Sandi Salat Id di Jatinegara, Prabowo di Malaysia
Jokowi Salat Idul Adha di Lapangan Cibinong
TKN Akui Sepihak Masukkan SMI Jadi Dewan Pengarah
Hengkang TKN, SMI Diminta Jokowi Fokus Urus Negara

ke atas