PASAR MODAL

Kamis, 12 Juli 2018 | 12:01 WIB
(Produk Derivatif Minim Transaksi)

Ini 'PR' Besar Direksi BEI Baru

M Fadil Djailani
Ini 'PR' Besar Direksi BEI Baru
Komite Ketua Umum APEI, Octavianus Budiyanto
INILAHCOM, Jakarta - Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI ) yang baru memiliki sebuah 'Pekerjaan Rumah' (PR) besar untuk pengembangan produk derivatif, pasalnya saat ini nilai transaksi harian produk tersebut tergolong sepi. Untuk itu perlu insentif bagi pelaku perdagangan efek tersebut.

Komite Ketua Umum APEI, Octavianus Budiyanto mengatakan yang menjadi persolan dalam produk derivatif adalah nilai transaksi. Untuk meningkatkan nilai transaksi perlu market maker atau pengerak pasar.

Market marker butuh insentif misalnya pajak transaksi dan fee transaksi bursa," kata Octavianus di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Ia menjelaskan, BEI telah meniadakan biaya transaksi tapi hal itu dianggap tidak terlalu berdampak. Sehingga perlu insentif lainnya. Misalnya pajak transaksi juga harus insentifnya, pinta dia.


Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan akan melakukan peninjauan ulang terhadap produk produk efek derivatif yang ada. Hal yang akan ditinjau terkait satu perdagangan, fraksi harga dan pemberian insentif.

Disamping itu kita lihat juga kesiapan para pelaku dan pemilihan jaminan efeknya dengan melihat efek yang nilai trasaksi paling likuid, ujar Hasan.

Saat ini, kata dia, BEI telah memberikan insentif berupa peniadaan biaya transaksi bursa kepada liquidity provider terutama anggota bursa penawaran dan pembelian produk derivatif. Ini berlaku pada AB (Anggota Bursa) yang punya kemampuan financial yang tinggi dan kami juga akan memberikan informasi pasar, ucap dia.

Mengenai permintaan insentif pajak transaksi, jelas dia, hal itu juga menjadi perhatiannya untuk ditindak lanjuti. Produk derivatif sampai saat ini terdapat sembilan produk, BMO5H9, BM05U8, BM05Z8, BM10H9, BM10U8, BM10Z8, LQ45N8, LQ45Q8 dan LQ45U8. [hid]
#ProdukDerivatif #AB #BEI #APEI
BERITA TERKAIT
IHSG Berakhir Keok 43 Poin ke 5.861
Rehat Siang, IHSG Longsor 42 Poin ke 5.863
Awali Sesi I, IHSG Tertekan 34 Poin ke 5.872
IHSG Berakhir Keok 39 Poin ke Posisi 5.905
Rehat Siang, IHSG Longsor 57,8 Poin ke 5.886
Awali Sesi I, IHSG Masuk Zona Merah 29,7 Poin
(Catatan Sepekan IHSG) Hingga Juni, Investor Asing Jual Bersih Rp50 T

ke atas