NASIONAL

Kamis, 12 Juli 2018 | 15:25 WIB

Jokowi Akui Negosiasi Saham Freeport Alot

Ray Mauhammad
Jokowi Akui Negosiasi Saham Freeport Alot
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alotnya negosiasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) agar mendapatkan 51 persen.

Jokowi mengatakan negosiasi ini memakan waktu hingga 3,5 tahun. Ia mengatakan pencaplokan saham ini sudah disepakati dengan PT Inalum (Persero).

"Ya, seperti kita ketahui PT Freeport Indonesia telah kelola tambang hampir 50 tahun dengan porsi kepemilikan 9,36. Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot. Jangan dipikir mudah," kata Jokowi di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7/2018).

Ia mengatakan selama 1,5 tahun intens melakukan komunikasi dengan PT Freeport agar pencaplokan saham dapat dilakukan secepatnya.

"Begitu sangat intens sekali dalam 1,5 tahun ini, tapi memang kita kerjakan ini karena menyangkut negosiasi yang tidak mudah," ujarnya.

Kesepakatan ini, lanjutnya, tinggal ditandatangani yang rencananya akan dilakukan pada sore ini di Kementerian Keuangan.

"Nilainya nanti teknis Ibu Menteri BUMN, Ibu Menkeu, Menteri ESDM itu juga valuasinya memakan waktu panjang. Ini sebuah lompatan. Kami harapkan nanti akan mendapatkan income yg lebih besar, baik dari pajak, royaltinya, defiden dan dari retribusinya, sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati oleh kita semua," paparnya.

Jokowi menegaskan, upaya pencaplokan saham atas Freeport ini dilakukan pemerintah demi kepentingan nasional dan rakyat Indonesia.

"Kepentingan nasional harus dinomorsatukan, termasuk teknis pembagian ke Menteri BUMN, Menkeu dan Menteri ESDM. Termasuk juga Blok Mahakam 100 persen, sudah kami ambil, sudah kita serahkan ke Pertamina. Mau dikerjasamakan dengan siapa itu di Pertamina," tandasnya. [ton]

#Freeport #Jokowi
BERITA TERKAIT
Eks Kajati Jatim Sebut Jokowi Paling Anti Korupsi
Hadiri KTT ASEAN di Singapura, Ini Kegiatan Jokowi
Apkasi Fasilitasi 31 Bupati Temui Jokowi di Istana
Jokowi Hadiri KTT ke-33 ASEAN di Singapura
Sontoloyo,Gonderuwo,Cebong, tak Baik untuk Politik
Sekjen PAN Prihatin Terhadap Pidato Budek & Buta
Jokowi Minta Bupati Berdayakan Ekonomi Kreatif

ke atas