EKONOMI

Kamis, 12 Juli 2018 | 18:00 WIB

Freeport Sepakati Indonesia Miliki Saham 51%

Indra Hendriana
Freeport Sepakati Indonesia Miliki Saham 51%
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan Freeport Mc Moran Inc menyepakati pokok-pokok pelepasan saham (divestasi) 41,64 persen.

Dengan begitu, saham pemerintah saat ini menjadi 51 persen dari 9,36 persen. Kesepakatan itu melalui penandatanganan Head of Agreement (HoA) yang rencananya digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta.

"Pada hari ini tanggal 12 Juli 2018, hari Kamis baru saja dilakukan HoA antara Inalum dengan Freeport McMoran (FCX) dan Freeport Indonesia, Rio Tinto," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di Kantornya, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Sri mengatakan, penandatangan ini merupakan langkah maju untuk mewujudkan kesepakatan Pemerintah Indonesia dan Freeport yang dibuat pada 27 Agustus 2017. Adapun kesepakatan tersebut adalah, merubah status dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPKOP).

Kemudian, pivestasi saham 51 persen untuk kepemilikan nasional. Freeport Indonesai membangun smeleter di dalam negeri, penerimaan negara secara agregat lebih besar dibanding KK selama ini.

Perpanjangan operasi 2x 10 tahun hingga 2041, diberikan setelah memenuhi kewajiban IUPK Op, kata dia.

"HoA ini merupakan suatu langkah maju dan strategis untuk mewujudkan kesepakatan RI dan PT. Freeport Indonesia dan Freeport McMoran pada 27 Agustus 2017 lalu," lanjut Sri.

Sri Mulyani mengungkapkan, dengan adanya HoA, maka akan memuluskan proses divestasi saham Freeport Indonesia sebesar 41,64 persen. Sehingga akan meningkatkan kepastian dalam hal operasi, kualitas dan nilai tambah industrik ekstaktif, sehingga dapat meningkatkan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia khususnya Papua.

"Dengan adanya ttd HoA ini, yang baru saja disaksikan, maka telah dicapai proses divestasi, sebagaimana sudah di tandatangani tadi," kata dia. [jin]
#FreepotIndonesia #Inalum #SriMulyani
BERITA TERKAIT
Sri Bilang Ekonomi 2018 Meleset dari Target
DPR Pertanyakan Perpanjangan IUPK Freeport
Indef: 2020 RI Sulit Naik Kelas ke Menengah-Atas
Banggar DPR Setujui Asumsi Nilai Tukar Naik Cepek
Perjuangan Driver Ojol Naikkan Tarif Terbelah
Inilah Dukungan PLN untuk MKI di HLN ke 73
(Partisipasi CEPSI 2018) PLN Tanggap Era Disruptif Industri Listrik

ke atas