EKONOMI

Kamis, 12 Juli 2018 | 19:58 WIB

Pengelolaan Danau Terintegrasi Dukung Pelestarian

Pengelolaan Danau Terintegrasi Dukung Pelestarian
(Foto: KLHK)
INILAHCOM, Jakarta - Besarnya potensi danau yang dimiliki Indonesia, yaitu sekitar 840 danau besar, dan 735 danau kecil, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah danau terbanyak di Asia.

Keberadaan danau merupakan sumber air yang penting bagi kehidupan masyarakat, baik untuk kehidupan sehari-hari, kegiatan perekonomian, serta fungsi ekologis yang dimilikinya.

Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) IB Putera Parthama, menyampaikan, pengelolaan danau terintegrasi sangat penting bagi Indonesia, mengingat fungsi danau dan pemanfaatan ekosistem danau yang banyak dilakukan.

"Ada urgensi yang sangat besar disini, karena Indonesia memiliki potensi danau yang sangat besar, dan fungsinya sebagai daerah tangkapan air, habitat keanekaragaman hayati, tambak, wisata, hingga fungsi sosial sebagai tempat tumbuh budaya dan kearifan lokal," tuturnya saat membuka Workshop on Integrated Lake Basin Management di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Putra memaparkan, pengelolaan danau perlu memperhatikan hal-hal antara lain, tipologi danau, indikator kesehatan danau, aktivitas pemanfaatan danau, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Terkait hal ini, Putra meyakini, banyak pihak dapat berkontribusi terhadap upaya konservasi danau dan rehabilitasi ekosistem sekitar danau.

"Strategi pengelolaan danau dapat dilakukan dengan memperhatikan karakteristik danau, identifikasi potensi danau sebagai sumber ekonomi, didukung penegakan hukum, kemitraan, serta pelibatan masyarakat dan komunitas dalam upaya konservasi dan rehabilitasi," tambahnya.

Workshop ini juga dihadiri narasumber dari International Lake Environment Committeee Foundation (ILEC), Prof. Masahisa Nakamura dan Ms. Kiyoko Takemoto. ILEC adalah lembaga non pemerintah internasional yang berkedudukan di Jepang, dan sangat berpengalaman dalam pengelolaan danau di Jepang, khususnya Danau Biwa, serta beberapa danau di berbagai negara.

Dalam kesempatan ini, Prof Mashira menyampaikan informasi mengenai penyelenggaraan The 17th World Lake Conference (WLC17), yang akan dilaksanakan di Ibaraki, Jepang, tanggal 15-19 Oktober 2018, yang akan dihadiri oleh para pengelola danau dari berbagai negara, dan Menteri LHK, Siti Nurbaya, direncanakan menjadi salah satu keynote speaker dalam Opening Ceremony WLC17.

"Kami sangat mengharapkan Indonesia, khususnya KLHK akan terlibat aktif dalam WLC17, dan mengambil pembelajaran yang bermanfaat untuk peningkatan pengelolaan danau di Indonesia", ujar. Prof. Mashira. [*]
#LHK #KementerianLHK #Danau
BERITA TERKAIT
RI Dapat Alokasi US$78,48 Juta Atasi Karhutla
RI Siap Jadi Pusat Pengendalian Karhutla se-ASEAN
KLHK Komitmen Melakukan Pencegahan Korupsi
Rembuk Nasional Pacu Reforma Agraria, Hutan Sosial
Upaya Pencegahan Karhutla Tetap Jadi Prioritas
SILK Tembus 99 Besar Inovasi Pelayanan Publik 2018
Lahan Terbakar Dua Perusahaan Kembali Disegel

ke atas