NASIONAL

Kamis, 19 Juli 2018 | 19:43 WIB

Polri Bolehkan Tembak Mati Begal Jika Terancam

Muhammad Yusuf Agam
Polri Bolehkan Tembak Mati Begal Jika Terancam
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal (Foto: inilahcom/MY Agam)

INILAHCOM, Jakarta - Polri menegaskan tak ada perintah untuk anggota di lapangan menembak mati pelaku kejahatan jalanan atau begal. Diskresi menembak bisa dilakukan jika dalam situasi tertentu.

"Situasi terdesak, Polri diberikan wewenang oleh undang undang, bahkan berlaku di seluruh dunia," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Kamis (19/7/2018).

Situasi tertentu yang dimaksud yakni jika anggota atau masyarakat di lapangan yang merasa terancam dengan kejahatan dijalankan. Maka tindakan tegas diperbolehkan.

"Saya kira seluruh anggota Polri melakukan penindakan tegas dan terukur, karena terdesak dan terancam," kata Iqbal.

Jenderal bintang satu itu juga menegaskan bahwa anggota kepolisian dilarang melukai penjahat yang sudah menyerah dan tak berdaya. Jika tetap dilakukan dengan arogan, maka sanksi tegas menanti anggota polisi tersebut.

Iqbal mencontohkan tindakan AKBP Yusuf yang menganiaya ibu-ibu dan anak kecil pelaku pencurian di tokonya. Kapolri Jenderal Tito Karnavian geram melihat arogansi anggotanya tersebut, terlepas korban merupakan pelaku pencurian.

Kapolri pun mengambil tindakan tegas dengan mencopot AKBP M.Yusuf dari jabatannya di Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Kepulauan Bangka Belitung.

"Jadi kalau sudah menyerah dan tidak berdaya itu tidak boleh (ditembak), itu menyalahi kode etik," terang Iqbal. [ton]

#BegalMotor
BERITA TERKAIT
Pengacara Dhani Ajukan Upaya Penangguhan Penahanan
KPK Sita 3 Mobil Milik Bupati Mojokerto
Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Rutan Polda Metro
Ratna Sarumpaet Minta Maaf ke Dokter Sidik
Pengacara: Target Kami Dhani Bebas
Polisi Masih Dalami Pemeriksaan Jokdri
Joko Driyono Jalani Pemeriksaan Tambahan

ke atas