EKONOMI

Jumat, 20 Juli 2018 | 04:09 WIB

Samawi: Baru di Era Jokowi Angka Kemiskinan Takluk

Samawi: Baru di Era Jokowi Angka Kemiskinan Takluk
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Di tahun keempat pemerintahan Jokowi, angka kemiskinan melorot hingga 9,82%. Ini sejarah baru karena terendah dalam dua dekade terakhir.

Hal ini merupakan rekor terendah di dua dekade terakhir dalam hal penurunan angka kemiskinan. Relawan Solidaritas Ulama Muda untuk Jokowi (Samawi), menilai, capaian ini merupakan buah dari kerja keras Jokowi bersama Kabinet Kerja dalam menjalan kebijakan yang pro-rakyat.

"Data BPS terkait menurunnya angka kemiskinan terendah dalam dua dekade terakhir ini merupakan hasil dari produk kebijakan yang pro rakyat," ujar Sekjen Samawi, Aminuddin Maruf kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/7/18)

Aminuddin yang juga Mantan Ketum PB PMII ini, menilai, capaian ini juga secara tidak langsung membantah tanggapan miring kelompok yang sering mengatakan bahwa apa yang dilakukan Jokowi hanyalah pencitraan.

"Terbukti hasilnya-kan. Berarti kerja yang dilakukan dari awal pemerintahan sampai tahun keempat ini murni untuk mensejahterakan masyarakat, kata Aminuddin.

Terkait polemik data yang dikeluarkan BPS dan beberapa indikator kemiskinan. Dia menilai, hal biasa. Bahwa seluruh pihak harus tetap menghormati capaian ini. kalaupun ingin mengkritik atau membantahnya, harus diperkuat dengan data.


"Ya kalau mengkritik data hanya dengan omongan dan klaim-klaim sepihak, susah untuk didiskusikan. Baiknya kalau ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan data yang dilaunching BPS ya harus dengan data," kata Aminuddin.

Sekedar mengingatkan, BPS mencatat adanya penurunan kemiskinan menjadi 9,82% pada Maret 2018. Capaian ini terendah sejak 1999. Artinya, jumlah penduduk miskin atau yang pengeluaran per kapita tiap bulan di bawah garis kemiskinan mencapai 25,95 juta orang.

"Maret 2018 untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin berada di dalam 1 digit. Kalau dilihat sebelumnya, biasanya 2 digit, jadi ini memang pertama kali dan terendah," kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (16/7/2018).

Jika dibandingkan dengan September 2017, persentase kemiskinan tercatat 10,12%. Atau setara 26,58 juta orang penduduk miskin di Indonesia. Di mana, terdapat penurunan persentase penduduk miskin baik di perkotaan maupun di perdesaan. Persentase penduduk miskin di perkotaan per Maret 2018 sebesar 7,02%, turun dibandingkan September 2017 sebesar 7,26%. Sama halnya dengan di perdesaan, di mana persentasenya pada Maret 2018 sebesar 13,20%, turun dari posisi September 2017 sebesar 13,47%.

Kecuk mengungkapkan, sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan dari September 2017 hingga Maret 2018 adalah inflasi umum dalam periode itu sebesar 1,92%, serta rata-rata pengeluaran per kapita tiap bulan untuk rumah tangga di level 40% lapisan terbawah yang tumbuh 3,06%.

Faktor lain yaitu bantuan sosial (bansos) tunai dari pemerintah yang tumbuh 87,6% di kuartal I-2018, atau lebih tinggi dibanding kuartal I-2017 yang tumbuh 3,39%. Selain itu, program beras sejahtera ( rastra) dan bantuan pangan non-tunai kuartal I yang tersalurkan sesuai jadwal.[tar]
#PresidenJokowi #Kemiskinan #GiniRatio #BPS
BERITA TERKAIT
Ingin Sedot Devisa Jumbo, Dengarkan Saran Apindo
Jokowi Gandeng Ma'ruf, Angin Segar Ekonomi Syariah
Jokowi Batasi Defisit Anggaran 2019 Maksimal 1,84%
Tahun Depan Kurs Rp14.400/US$, Inflasi...
RAPBN 2019, Lifting Minyak Dipatok 750 Ribu BPH
(Pidato Kenegaraan) Jokowi Serius Bangun Ekonomi dari Pinggiran
Luar Biasa, Impor Sulsel Melonjak 18,7%

ke atas