BOLA

Senin, 23 Juli 2018 | 02:11 WIB

Curhat Ozil Dikritik Foto Bareng Erdogan

Reza Adi Surya
Curhat Ozil Dikritik Foto Bareng Erdogan
(Foto: gettyimages/Anadolu Agency)

INILAHCOM, London - Gelandang asal Jerman, Mesut Ozil akhirnya buka suara terkait kritikan tajam yang dialamatkan kepadanya terkait foto bareng Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebelum tampil di Piala Dunia 2018.

Ozil dan Ilkay Gundogan, yang memperkuat timnas Jerman tapi sama-sama memiliki darah Turki, bertemu Erdogan di London dalam sebuah acara amal.

Foto tersebut menimbulkan kontroversi, karena Erdogan diklaim kerap melanggar HAM dan diduga memenjarakan beberapa jurnalis. Kritikan dari media-media Jerman makin deras ketika Der Panzer tak lolos dari fase grup Piala Dunia 2018.

Melalui media sosial Twitter, Ozil menjelaskan dengan panjang terkait foto bareng Erdogan. Berikut penjelasan pemain 29 tahun tersebut:

Dalam beberapa pekan terakhir memberikan saya waktu untuk berpikir terkait kejadian beberapa bulan lalu. Saya ingin memberikan pendapat dan perasaan saya tentang apa yang terjadi.

Seperti kebanyakan orang, leluhur saya berasal lebih dari satu negara. Sementara saya tumbuh di Jerman, latar belakang keluarga saya punya akar di Turki.

Saya punya dua hati, satu Jerman dan satu lagi Turki. Selama masa kecil, ibu saya selalu mengajarkan untuk menghormati dan jangan pernah melupakan asal saya, dan itu tetap menjadi nilai yang selalu saya pegang hingga kini.

Bulan Mei, saya bertemu dengan Presiden Erdogan di London saat acara amal dan pendidikan. Kami pertama kali bertemu di 2010 setelah dia dan Angela Merkel menonton pertandingan Jerman vs Turki di Berlin. Sejak itu, kami sering bertemu di beberapa tempat.

Saya sadar foto itu menimbulkan respon besar dari media di Jerman dan sementara beberapa orang menuduh saya berbohong dan tak menghormati, foto tersebut tak ada unsur politis.

Seperti saya katakan, ibu saya tak pernah membiarkan saya melupakan leluhur, warisan, dan tradisi keluarga. Bagi saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan soal politik atau pemilihan umum. Ini hanya soal menghormati pemimpin tertinggi di negara keluarga saya.

Tugas saya adalah sebagai pemain sepak bola, bukan politisi. Pertemuan kami bukan soal politik. Bahkan, kami berbicara soal topik yang sama setiap kami bertemu, sepak bola. Saat masih muda, dia juga pernah bermain sepak bola.

Meski media Jerman menuding lain, kenyataannya tidak bertemu dengan Presiden Erdogan merupakan tindakan tak terhormat terhadap akar leluhur saya. Bagi saya, tak peduli siapa presidennya, yang penting dia adalah presiden.

Saya paham mungkin ini sulit diterima, karena kebanyakan kultur pemimpin politik tak bisa dipisahkan dari sosoknya. Tapi dalam kasus ini, sangat berbeda. Apapun hasilnya dalam pemilihan umum sebelumnya, atau pemilihan umum sebelum itu, saya tetap akan berfoto dengannya.

#Ozil #Erdogan #PialaDunia #Jerman
BERITA TERKAIT
Ini Harapan McMenemy di Kualifikasi Piala Dunia
Jupe Optimistis Timnas Lolos ke Piala Dunia 2022
Indonesia Masuk Grup G di Kualifikasi Piala Dunia
Perseru Badak Lampung Diimbangi Borneo FC
Kubo Tak Senang Jadi Sorotan Media Jepang
Madrid Alihkan Incaran ke Nicolo Zaniolo
Timnas U-23 Akan Ujicoba dan Cari Pemain Baru

kembali ke atas