MOZAIK

Senin, 30 Juli 2018 | 21:00 WIB

Cahaya Imajinasi

Cahaya Imajinasi
(Foto: ilustrasi)

Setiap waktu kita dengar Suara Cinta Suci itu dari kanan dan kiri
Berkat Suara inilah kita menapak ke surga

Siapa yang mampu mengawasi kita?
Sebelum turun ke dunia ini kita di surga.
Beteman para malaikat.
Di sanalah rumah kita yang sebenarnya, dan kita akan kembali ke sana.

Betapa jauh jarak mutiara murni alam kesucian dengan debu kotor dunia ini.
Tanpa hirau kehormatanmu, kau datang ke dunia rendah ini.
Ayo kemasi milikmu, ikat muatanmu.
Tempat ini bukan milik kita.
Kita harus pindah.

Kesempatan adalah teman kita.
Pengorbanan jiwa adalah tugas kita.

Dan pemimpin kafilah ini adalah Mustafa,
Sang Nabi yang jadi kebanggaan alam semesta.

Mustafa, damai dan rahmat Allah baginya,
sedemikian mulia hingga bulan pun tak berani menatap wajahnya
dan bahkan terbelah.

Wangi angin musim semi berasal dari rambutnya yang dirahmati.
Cahaya imajinasi kita datang dari keindahan dirinya,
yang mengingatkan kita pada mentari pagi.

[Rumi]

BERITA TERKAIT
Pahala Tanpa Batas Bagi Orang-orang yang Sabar
Apakah Engkau ke Dunia Bersama dengan Masalah?
Sunatullah, Setiap Manusia Pasti Diuji
Apakah Hanya Aku Tempatmu Bergantung, Hamba-Ku?
Aku Malu Memandang-Mu Ya Rob
Munafik dan Kejujuran
Lapar, Akibat dan Solusinya

ke atas