NASIONAL

Selasa, 31 Juli 2018 | 17:32 WIB

Pemerintah Terus Sosialisasikan Nilai Pancasila

Pemerintah Terus Sosialisasikan Nilai Pancasila
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah membekukan organisasi jaringan Ansharut Daulah (JAD) pada Selasa (31/7/2018). Hal ini menandakan secara nyata memang ada pihak yang sengaja ingin merongrong ideologi Pancasila.

Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Benny Susetyo mengatakan pihaknya sudah mengadakan berbagai kegiatan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila seperti seminar, workshop hingga roadshow ke berbagai lembaga pendidikan.

"Kita ingin mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan jadi kebiasaan di masyarakat," katanya, Selasa (31/7/2018).

Menurut dia, pengamalan Pancasila yang paling relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari adalah menerima perbedaan dan saling menghargai.

"Tradisi tidak diskriminatif itu kan sudah jalan sejauh ini," ujarnya.

Ia mengatakan dari segi pemerintah juga sudah menjalankan salah satu sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Misalnya, pembangunan Indonesia timur, BBM satu harga, pemerataan Jawa-luar Jawa untuk menghapus kesenjangan ekonomi.

"Kini, BPIP sedang menjajaki untuk memasukkan nilai-nilai Pancasila dalam materi pendidikan baik dalam bentuk buku khusus atau diintegrasikan dalam mata pelajaran yang sudah ada," jelasnya.

Sementara Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengatakan ketauladanan adalah tingkah laku paling penting dalam menjalani Pancasila di kehidupan sehari-hari.

"Bila seorang pemimpin itu lakunya penuh noda, bagaimana anak muda bisa percaya tentang kebaikan Pancasila?" kata Moeldoko.

Kemudian, Moeldoko mengatakan internalisasi nilai-nilai Pancasila bisa dilakukan dari lingkup keluarga. Misal dengan cara melatih anak berterima kasih, meminta maaf atau mengucapkan minta tolong dan mau memberi pertolongan kepada anggota keluarga, tetangga dan orang lain.

"Ketahanan keluarga itu berjalan, maka ketahanan nasional akan terbentuk. Kalau keluarga morat-marit, anak terkena narkoba, sudah mesti ketahanan nasional kita menjadi rawan," ujarnya.

Ia menilai ketauladanan keluarga menjalankan nilai luhur Pancasila akan lebih efektif bagi generasi muda sekarang, ketimbang menggunakan pendekatan indoktrinasi.

"Mereka lebih senang cara komunikatif, partisipatif, dan interaktif," tandasnya. [ton]

#BPIP
BERITA TERKAIT
Pengacara Vanessa Gelar Sayembara Temukan Rian
KPU Sebut Tuduhan Curang Bentuk Sikap Tak Empati
Sandi Prihatin 225 KPPS Meninggal Selama Pemilu
Eks Dankor Brimob Irjen Rudy Jabat Kapolda Jabar
Bareng Emak-Emak, Seknas Prabowo-Sandi Demo di KPU
Pensiun, 3 Jenderal Polisi Bintang 3 Dimutasi
Makan Nasi Padang, Sandi: Pemilu Jangan Dibaperin

kembali ke atas