MOZAIK

Minggu, 12 Agustus 2018 | 00:02 WIB

Sang Teladan, Tahu Diri dan Tahu Menempatkan Diri

KH Ahmad Imam Mawardi
Sang Teladan, Tahu Diri dan Tahu Menempatkan Diri
(Foto: Ilustrasi)

ADA dua orang yang bersahabat sejak kecil, yang satu pendiam dan yang satu kebalikannya, aktif bicara. Diamnya tak hanya diam mulut tapi juga diam tak tulis apa-apa. Bicaranya tak hanya bicara mulut namun juga bicara lewat tulisan di berbagai media sosial. Dari dua orang ini saya mendapat banyak hikmah dan pelajaran. Saya bagikan hari ini kepada para pembaca.

Saat si pendiam ditanya mengapa diam membisu dan mengapa tak pernah share status di media sosial, dia menjawab halus: "Buku yang isinya tak ada nilai tentu tak layak dibuka untuk dibaca. Saya tahu bahwa dalam diri saya belum ada ilmu, belum ada nilai, buat apa mulut saya saya buka. Saya tak ingin memamerkan kebodohan saya pada dunia."

Sementara itu, orang yang aktif bicara menjawab pertanyaan mengapa aktif bicara dan aktif menulis: "Saya dianugerahi Allah sebagian ilmu. Saya belajar tidak hanya sampai program doktor. Sampai saat inipun saya terus belajar karena masih banyak yang belum saya ketahui. Maka saya berbagi sambil berharap ada respon baik yang menjadi ilmu baru untuk saya. Bagai buku, tulisan saya semoga menjadi buku kecil yang punya makna walau sedikit."

Mendengar jawaban dua orang itu, saya simpulkan: "Kalau tak tahu, ya diam saja. Jangan membuat kacau sesuatu yang telah teratur dengan ocehan, umpatan, fitnah dan provokasi tak baik. Bagi pemilik ilmu dan hikmah, teruslah berbagi agar orang lain, termasuk saya, tercerahkan." Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Antara Harga Ayam, Harga Diri dan Harga HP
Cinta Khalifah yang Selalu Menjadikan Hati Resah
Menjaga Rasa dengan Menata Kata Sebelum Bicara
Jangan Rusak Bahagiamu
Rahasia Ketenangan dan Kedamaian Hati
Hakikat Cinta dan Benci itu di Mana?
Ajari Hati Selalu Ridho Bahagia, Caranya?

ke atas