EKONOMI

Senin, 06 Agustus 2018 | 16:30 WIB

Ingin Ekonomi Tumbuh Tinggi, BPS Sarankan Begini

Ingin Ekonomi Tumbuh Tinggi, BPS Sarankan Begini
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto bilang, pertumbuhan konsumsi Rumah Tangga (RT) perlu didorong dengan pengendalian inflasi.

Kalau itu bisa terwujud maka berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. "Kami berharap konsumsi rumah tangga tetap kuat. Inflasi harus terkendali agar tidak mengerus daya beli masyarakat," ujar Kecuk kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Pada Juli 2018, kata Kecuk, BPS mencatat inflasi mencapai 0,28%. Artinya, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2018 mencapai 2,18%. Tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2018 terhadap Juli 2017) mencapai 3,18%.

Angka inflasi tersebut masih berada dalam target inflasi Bank Indonesia (BI) di rentang 2,5%-4,5% pada 2018. Tahun lalu, realisasi inflasi mencapai 3,61%, masih dalam batas target sebesar 3%-5%.

Kecuk melanjutkan, komponen pengeluaran konsumsi RT pada triwulan II-2018 tumbuh 5,14%, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang masih dibawah 5%, yaitu 4,95%. Di mana, konsumsi RT masih mendominasi dalam struktur PDB mencakup lebih dari separuhnya yaitu 2,76%.

Kecuk menuturkan, meningkatnya pertumbuhan konsumsi RT disumbang oleh meningkatnya penjualan motor yang pada triwulan kedua mencapai sekitar 1,54 juta unit, atau tumbuh 18,96%.

Penjualan mobil yang mencapai 261 ribu unit atau tumbuh 4,75%.
Selain itu, pertumbuhan konsumsi RT juga didukung oleh transaksi kartu kredit yang masih tumbuh sembilan persen, upah riil petani yang masih bagus, dan juga jumlah bantuan sosial yang besar, sehingga presentasenya meningkat.

"Mungkin konsumsi rumah tangga ke depan akan tetap kuat meski tidak sekuat ini, kecuali ada yang menggerakkan lagi di triwulan IV karena ada liburan panjang dan persiapan jelang Natal dan tahun baru," kata Kecuk.

Di mana, BPS mencatat, perekonomian Indonesia pada triwulan II-2018 bertumbuh 5,27% secara tahunan. Atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 5,01%.

Angka 5,27% tersebut lebih tinggi dibandingkan pada periode yang sama pada 2016 dan 2015 yang masing-masing tumbuh 5,21% dan 4,74%. Namun, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018, hanya mencapai 5,17%. Masih di bawah target APBN 2018 sebesar 5,4%. [tar]

#BPS #PertumbuhanEkonomi #Inflasi
BERITA TERKAIT
Jokowi Ditinggal Rakyat karena Janji Ekonomi 2014
Kenaikan Gaji PNS Bisa Ikut Sumbang Inflasi
Bulan Ini, Indef Prediksi Harga Pangan Naik 0,2%
Inilah Tujuan Kenaikan Gaji Pokok PNS
Neraca Dagang Boleh Surplus, Jeng Sri Belum Puas
BPS: Perdagangan Februari 2019 Sama-sama Lesu
BPS Catat Impor Migas Meletoi di Februari 2019

ke atas