EKONOMI

Selasa, 07 Agustus 2018 | 00:29 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,27%, Sri Mulyani Jadi Enak Makan

Ekonomi Tumbuh 5,27%, Sri Mulyani Jadi Enak Makan
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah beratnya tantangan eksternal, perekonomian nasional kuartal II-2018 masih bisa tumbuh 5,27%. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun sumringah bahkan enak makan.

Kata Sri Mulyani, capaian pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2018 sebesar 5,27% melampaui target pemerintah yang berkisar 5,16%-5,17%. "Ini hasil domestic demand yang kuat," kata Sri Mulyani usai dipanggil Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Sri Mulyani bilang, pertumbuhan ekonomi sebesar itu, masih ditopang konsumsi yang tumbuh jauh lebih tinggi, yakni 5,17%. "Berarti apa yang kami lakukan selama ini, seperti stabilisasi harga itu bisa menjaga," kata Sri Mulyani.

Dia mengungkapkan, efek Hari Raya, Puasa Ramadan, libur panjang Lebaran, serta Tunjangan Hari Raya (THR) serta gaji ke-13, memberikan efek yang cukup positif.

Namun, Sri Mulyani masih menyoroti investasi yang masih di bawah target atau harapan. Hal itu tercermin dari pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh di bawah 6%. jaduh dibawah tiga kuartal sebelumya yang rata-rata menclok di level 7%.

"Itu harus kita sikapi secara hati-hati. Apakah kemarin karena libur panjang, karena dari manufaktur juga rendah, jadi mungkin ada korelasi, 'trade off' antara konsumsi yang jadi bagus, tapi manufaktur dan investasi agak lemah," katanya.

Sri Mulyani juga menilai pekerjaan rumah ke depan adalah mendorong investasi di atas 5,2% agar tidak menimbulkan komplikasi dari sisi neraca pembayaran. "Kalau ekspornya terlalu rendah dan impornya terlalu tinggi, maka pertumbuhan ekonomi akan menimbulkan tekanan pada neraca pembayaran," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, yang harus dilihat pada semester II 2018 adalah impor dari barang baku dan modal, meningkat. Itu harus diterjemahkan investasi dan manufaktur tinggi. "Tapi itu kan belum terlihat. Jadi mungkin munculnya di semester kedua. Jadi itu faktor-faktor kuat yang kita harapkan," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan menjaga konfiden dan konsumsi tetap stabil di atas 5%, serta impor bahan baku dan barang modal bisa diterjemahkan dalam bentuk produksi. [tar]

#MenkeuSMI #Impor #PertumbuhanEkonomi
BERITA TERKAIT
Jokowi Ditinggal Rakyat karena Janji Ekonomi 2014
Hindari Krisis, Perkuat Pengawasan APBN
Diskresi Bulog Bikin Petani Tinggalkan Jokowi?
Sri Mulyani Diminta Golkan Dana Bagi Hasil Sawit
Daerah Kaya Sawit Masih Miskin, Kalbar Usulkan Ini
Jelang Pilpres 2019, Dana Bansos Melejit 70,1%
Kerek Gaji PNS Jelang Pilpres, Ani Rogoh Rp2,66 T

ke atas