EKONOMI

Selasa, 07 Agustus 2018 | 14:24 WIB
Highlight

Ini Alasan RAPBN 2019 Fokus Pengembangan SDM

Wahid Ma'ruf
Ini Alasan RAPBN 2019 Fokus Pengembangan SDM
(Foto: istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2019.

Kebijakan ini sebagai lanjutan dari tahap pertama yang fokus terhadap infrastruktur. Program ini relatif sudah berjalan dengan baik. mengemukakan, penetapan

Maka harapannya mulai tahun 2019 terutama, kita ingin meningkatkan SDM yang lebih berkualitas yang bisa siap tarung untuk perubahan dunia, dan juga bisa menopang Indonesia sebagai negara dengan penduduk keempat terbesar, kata Seskab kepada wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna dengan topik Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2019 di Istana Negara, Selasa (7/8/2018).

Selain itu, Seskab menambahkan bahwa GDP (Gross Domestic Product) sekarang sudah masuk sebagai negara G20. Dalam persaingan global itu, jelas Seskab, apapun SDM menjadi sangat penting. Itulah yang menjadi konsentrasi dari Presiden, ujarnya.

Sebelumnya saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna itu, Presiden Joko Widodo meminta agar prioritas pengembangan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi tekanan dan perhatian dari setiap kementerian atau lembaga (K/L) yang ada pada RAPBN 2019.

Saya harapkan terutama untuk vocational school, vocational training, politeknik, kemudian kemitraan dengan industri, kemudian upgrading di ketenagakerjaan kita dan kementerian-kementerian yang lain, kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna dengan topik Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Mengenai titip berat pengembangan SDM pada RAPBN 2019, menurut Seskab, ke vokasi. Kemudian juga untuk pendidikan-pendidikan yang lebih berorientasi pada perubahan zaman, yang kekinian. Karena apapun sekarang sudah revolusi industri 4.0 dan untuk perguruan tinggi yang kurikulum lebih bisa berubah dan lebih fleksibel itu diperlukan.

Ini yang menjadi harapan presiden berkali-kali mengumpulkan para Rektor kemudian juga Menristekdikti, untuk mengubah itu karena memang itu yang perlu disiapkan, terang Seskab seperti mengutip dari setkab.go.id.

Adapun mengenai prosesntase anggaran untuk pengembangan SDM itu, Seskab menjelaskan, sekarang sedang disusun oleh Menteri Keuangan untuk tidak disampaikan sebelum Nota Keuangan yang akan dibacakan oleh Presiden pada tanggal 16 Agustus.

#RAPBN2019 #PengembanganSDM #Jokowi
BERITA TERKAIT
Besok DPR Minta Keterangan Jonan Soal Premium
(Premium Batal Naik) Dirjen Migas: Subsidi Solar Jadi Rp 2.000
Presiden Sebut Realistis Harga BBM Subsidi Tetap
Ketua DPR Dukung Presiden Soal Kondisi Ekonomi
Krisis Global, Jokowi Ogah Tiru "Game of Thrones"
Pertamina Makin Terbakar Penguatan Dolar
Ini Topik Pertemuan Jokowi dan PM Singapura

ke atas