MOZAIK

Selasa, 14 Agustus 2018 | 01:11 WIB

Sebab-sebab Penderitaan

KH Abdullah Gymnastiar
Sebab-sebab Penderitaan
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Puji dan syukur hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menguasai segala kejadian, menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang istiqomah di jalan-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita tentu mendambakan hidup yang bahagia. Bahkan, kita mendambakan kebahagiaan itu tetap hadir meski bagaimanapun keadaan kita. Namun, selalu ada saja celah untuk kita merasa menderita. Berikut ini beberapa sebab pemicu timbulnya penderitaan.

Pertama, tidak terima atas apa yang terjadi. Tidak ada seorang pun, sekuat apapun ia, yang mampu menolak takdir Allah Swt. Jika Allah berkehendak maka pasti terjadi. Ketika kotoran burung menimpa rambut kita, mungkin kita akan menggerutu, mengeluh, tak terima atas kejadian itu. Padahal terima atau tidak terima, peristiwanya sudah terjadi. Maka, sikap terbaik adalah menerima saja, sembari melanjutkan dengan ikhtiar membersihkannya.

Rasulullah Saw bersabda, ..Maka barangsiapa yang ridho (pada Allah), maka baginya keridhoan (dari Allah). (HR. Tirmidzi)

Kedua, buruk sangka. Penderitaan juga muncul karena buruk sangka kepada Allah Swt. Ia mengira bahwa Allah tidak menyayanginya, tidak peduli kepadanya, tidak mendengar doa-doanya. Kejadian yang tidak sesuai keinginannya ia jadikan alasan untuk menduga bahwa Allah tidak menolongnya. Padahal, setiap ujian hidup itu adalah bukti bahwa Allah memperhatikannya.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah Swt berfirman, Aku sesuai persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. (HR. Bukhori dan Muslim)

Imam Hasan Al Bashri menerangkan, Ketahuilah bahwa perbuatan manusia tergantung pada prasangka mereka kepada Robb-nya. Adapun orang mukmin dia akan membaguskan amalnya. Adapun orang kafir dan munafik, dia berprasangka buruk kepada Robb-nya, maka mereka buruk dalam amalnya.

Ketiga, kurang syukur. Ingat perumpamaan jerawat dan hidung. Ada orang yang muncul jerawat di hidungnya, kemudian dia mengeluhkan jerawat itu. Padahal, jika dia mau melihat lebih luas, mestinya dia bersyukur bahwa jerawatnya tidak sebesar hidungnya dan bahwa masih banyak bagian di mukanya yang bersih dari jerawat. Ia akan menderita jika hanya fokus pada satu jerawatnya saja.

Maka, setiap kali ada kejadian yang tidak sesuai dengan harapan, senantiasalah melihat dari sisi lain atau dari sisi yang lebih luas, agar terlihat oleh kita betapa selalu lebih banyak karunia Allah yang kita terima. Dengan demikian, insyaa Allah kita jauh dari penderitaan, dan akan senantiasa merasa bahagia dalam setiap keadaan. WAllahu alambishowab. [smstauhiid]

#InilahKehidupan #AaGym
BERITA TERKAIT
Semangat Menjadi Solusi
Membangun Ukhuwah dengan Kelembutan
Bentuk Balasan dari Dosa
Pesan Perdamaian untuk para Politikus
Setiap Perbuatan Pasti ada Balasannya
Inginkan yang Pasti ada Takdirnya
Niatkan Sholat Jumat di Shaf Paling Depan

ke atas