MOZAIK

Senin, 13 Agustus 2018 | 00:04 WIB

Apakah Khatib Jumat ini Bukan Manusia?

KH Ahmad Imam Mawardi
Apakah Khatib Jumat ini Bukan Manusia?
(Foto: ilustrasi)
KHUTBAH Jum'at di masjid kampus ini mendadak menjadi perbincangan para jamaah. Ada yang ketawa dan ada pula yang geleng kepala. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya dan marah. Penyebabnya sebenarnya "sepele" saja tapi akibatnya yang tidak sepele. Pelajaran berharga agar kita tak terbiasa menganggap sepele sesuatu yang sepele karena bisa jadi berimbas tidak sepele.

Khatib Jum'at yang menjadi perbincangan ini sebenarnya pandai jika dilihat dari hapalannya tentang dalil-dalil. Sayangnya dia terjangkit penyakit grogi akut yang menyebabkannya berkeringat dingin saat khutbah, agak gagap dalam penyampaian dan suaranya yang semi bergetar. Berbicara di depan orang banyak memang tak gampang segampang berbicara di depan laptop atau HP. Mimbar khutbah yang ditempatinya pun bergoyang.


Sang Khatib menyampaikan urgensi ibadah dalam kehidupan. Dia sampaikan dalil "wa maa khalaqtu al-jinna wa al-insa illaa liya'buduun." Dia terjemahkan ayat itu dengan sedikit gemetar: "Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu." Lalu dia menambahkan: "Jadi saudara-saudara sidang jum'at yang saya muliakan, KITA DAN MANUSIA ini diciptakan untuk beribadah, jangan main-main dan berleha-leha terus."

Jamaah menjadi riuh, mengatakan KITA DAN MANUSIA itu berarti yang berbicara dan yang mendengarkan adalah bukan manusia. Kalau begitu maka KITA adalah JIN. Banyak mahasiswa yang spontan tertawa. Ada yang marah pada mahasiswa yang tertawa. Ada pula yang mempertanyakan kualitas khatib itu. Ada yang teriak, inilah alasan mengapa perlu sertifikasi khatib. Ada yang marah dan langsung pulang karena dianggap bagian dari jin.

Kalau KITA yang menjadi pendengar atau jamaah, apakah yang akan kita lakukan? Tahukah apa yang terjadi pada khatib saat peristiwa ini terjadi? Salam, AIM. [*]
#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Serba-serbi Haji (3): Fanatik Butuh Alasan Ilmiah
Serba-serbi Haji (2): Pentingnya Pengetahuan Haji
Serba-serbi Haji (1): Keluguan Orang Tradisional
Alhamdulillah, Terimakasih, Hari Ini Hari Indah
Cinta Allah dan Istighfar Kita
Hubungan Anak & Orang Tua tak akan Terhapus Zaman
Semangatlah dalam Bertamu kepada Allah

ke atas