EKONOMI

Rabu, 08 Agustus 2018 | 04:08 WIB

Ekonomi Kuartal II Membaik? Indef Belum Yakin Tuh

Ekonomi Kuartal II Membaik? Indef Belum Yakin Tuh
Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati punya penilaian kritis terkait pertumbuhan ekonomi triliwulan II-2018 sebesar 5,27% (year on year/yoy) yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Kata Enny, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2018 sebesar 5,27% itu, hanya bersifat temporer. Karena disokong kenaikan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang sifatnya tidak berkesinambungan.

Dirinya mempertanyakan adanya ketidakcocokan (mismatch) antara terjadinya kenaikan konsumsi yang tidak dibarengi dengan peningkatan produksi. Padahal, belanja pemerintah seharusnya bisa menjadi stimulus bagi sektor produktif maupun konsumtif. "Bantuan sosial untuk mendorong konsumsi tidak apa-apa, tetapi harus paralel dengan produksi," kata Enny di Jakarta, Selasa (87/8/2018).

Ia menduga peningkatan konsumsi yang tidak dibarengi laju pertumbuhan di sektor produksi terjadi karena uang dari program padat karya tunai tidak dibelanjakan ke sektor industri dalam negeri. Stimulus belanja dari impor tidak memberikan efek berganda (multiplier) bagi sektor produksi.

Selain itu, Enny juga menilai adanya produksi yang masuk ke inventori atau cadangan yang tidak terjual. Inventori tersebut dapat dihitung dari selisih antara PDB pengeluaran dengan PDB sektoral.

Laju pertumbuhan PDB komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan II 2018, tercatat 5,14% (yoy). Angka tersebut lebih besar dibandingkan triwulan I-2018 sebesar 4,95%. (yoy).

Sementara laju pertumbuhan PDB menurut lapangan usaha untuk komponen industri pengolahan pada triwulan II-2018 tercatat 3,97% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan 4,56% (yoy) pada triwulan I-2018.

"Variabel ekonomi itu saling kait mengait. Ketika ada konsumsi meningkat, idealnya produksi juga meningkat. Namun di sini ada mismatch berupa peningkatan konsumsi tetapi produksinya justru bukannya naik malah turun," kata Enny.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang temporer pada triwulan II-2018, akan memberikan beban pada triwulan III 2018, karena minimnya sumber pendapatan untuk konsumsi.[tar]

#Indef #BPS #PertumbuhanEkonomi
BERITA TERKAIT
Jokowi Gagal Raih Pertumbuhan 7%, Begini Alasannya
Akhir Tahun, Indef: Hati-hati Harga Pangan
Indef: Sektor Produktif Era Jokowi Kurang Nendang
Ekspor Enggak Nendang, Ekonomi Tumbuh Loyo
Darmin: Pertumbuhan Triwulan III-2018, Cukup Oke
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Jatuh
Pekan Depan Rupiah Diprediksi Masih Bergerak Liar

ke atas