PASAR MODAL

Kamis, 09 Agustus 2018 | 14:40 WIB

OJK Pantau Sengketa Saham BFIN dengan APT

Mohammad Fadil Djailani
OJK Pantau Sengketa Saham BFIN dengan APT
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sengketa saham yang terjadi antara PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dan PT Aryaputra Teguh Harta (APT) ternyata dipantau langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK menyatakan, akan mematuhi keputusan hukum terkait sengketa 32,32% saham BFIN milik APT.

Tapi sebelum mengambil langkah lebih jauh terkait emiten jasa keuangan itu, OJK akan mempelajari terlebih dahulu putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta nomor 120/G/2018/PTUN JKT.

Kami juga lagi membahas itu (kasus 32,32% saham APT pada BFIN), kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Hoesen mengatkan jika persoalan sengketa perebutan saham, maka pihanya akan mengembalikan kepada putusan hukum.

"Ya, tapi tanya kepada mereka (pihak yang bersengketa) apakah ada putusan setelah itu (putusan PTUN no 120/G/2018/PTUN.JKT), OJK bukan merupakan lembaga eksekusi keputusan pengadilan," kata dia.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, IGD Nyoman Yetna mengatakan, akan melakukan pembekuan saham jika terdapat hal dapat menyebabkan pasar yang teratur, wajar dan efisien dan atas permintaan perusahaan atau emite.

"Kalau ini ( kasus 32.32% saham BFIN) kan antara pemegang saham, jadi produk hukumnya ( putusan PTUN) dan saham BFIN tidak kami suspense," ujar dia.

Pada kesempatan ini, Nyoman mengaku masih menunggu dan mempelajari proses hukum terkait dengan hal itu.

"Secara legalnya kan belum tereksekusi, nah kita masih menunggu bagaimana pelaksanaan ekskusinya, apakah diproses sampai transaksi di awal dan pembagian dividen dikembalikan, kita belum lihat secara teknisnya," kata dia. [jin]

#BFIFinance #BFIN
BERITA TERKAIT
Ini Perkembangan Terbaru Sengketa Saham BFIN
Digugat Rp80 Miliar, BFIN Klaim tak Berdampak
Boy Thohir Terseret dalam Sengketa Saham BFIN?
Wall Street Mula Cerna Data Kuartalan
Inilah Penggerak Dolar AS di Akhir Pekan
Bursa Hong Kong dan Korsel Happy Ending
Pasar Saham Malaysia Senasib Singapura, Melemah

ke atas