MOZAIK

Jumat, 10 Agustus 2018 | 18:00 WIB

Waspada dan Cermati Buku Pembenci Ilmu Fikih

Waspada dan Cermati Buku Pembenci Ilmu Fikih
(Foto: ilustrasi)
TERDAPAT beberapa kekeliruan yang harus dihindari ketika belajar ilmu fikih tanpa guru, diantaranya:

6. Keliru Ternyata Buku Fikih Versi Haters

Dan yang paling parah adalah ketika salah paham atas autentik tidaknya suatu buku. Kita mengira buku yang kita baca itu buku yang berisi ilmu fikih, ternyata setelah diteliti lebih jauh, bukan itu bukan buku fikih.

Buku itu ternyata kumpulan pendapat pribadi seseorang yang isinya justru menyalahi sebagian besar ilmu fikih.


Alih-alih belajar ilmu fikih, yang terjadi kita malah keracunan pendapat para 'fikih haters' alias para pembenci ilmu fiqih. Ujung-ujungnya kita malah mencaci-maki para ulama dan fuqaha, karena terkena hasutan tulisan-tulisan sesat yang provokatif.

Kekeliruan demi kekeliruan inilah yang pada gilirannya mengharuskan kita berguru kepada ahlinya dan tidak semata-mata mengandalkan buku.

Untuk belajar ilmu fikih, kita butuh guru yang ahli di bidang ilmu fikih, kuliahnya secara formal memang di fakultas syariah, kitab-kitab yang dijadikan rujukan memang asli kitab fikih. Dan ilmu itu tidak bisa disampaikan lewat apa yang ditulis semata, tetapi harus melalui interaksi antara guru dan murid.

Wallahu a'lam bishshawab. [Ahmad Sarwat, Lc., MA]
BERITA TERKAIT
Mata Rantai Kelahiran
Pembagian Hewan Kurban sesuai Hadis
Tak Ada Kaitan antara Puasa 9 Zulhijjah dan Wukuf
Mengapa Doa Orangtua Untuk Anak Tertolak?
Musuh Berkedok Jihad
Sunah Kifayah Kurban bagi Satu Keluarga
"Sholat Oleh, Ora Sholat Oleh"

ke atas