MOZAIK

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 12:00 WIB

Menapaki Jalan Hidayah

Menapaki Jalan Hidayah
(Foto: Istimewa)

MENJADI muslim yang baik itu pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan. Menapaki jalan hidayah sejengkal demi sejengkal, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan.

Menghapus satu demi satu kesalahan dengan tobat dan penghambaan yang jujur, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan. Berdakwah mengajak pada sunah ditengah fanatisme mazhab, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan.

Menaikkan celana hingga mata kaki serta membiarkan janggut tumbuh, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan. Menjomblo demi menjaga kehormatan diri disaat yang lain gonta-ganti pacar pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan.

Menetapi Manhaj para salafusshalih dengan sungguh-sungguh, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan. Iya Semua itu adalah pilihan yang mengasingkan. Paling tidak pada awalnya. Lalu untuk waktu yang sedikit lama.

Namun pada akhirnya, akan ada hari ketika Allah memberi kemenangan. Di hari itu, kita akan bersuka cita saat semua manusia berbondong-bondong bernaung di bawah payung As-Sunnah, bersama bertasbih memuji-Nya diatas bahtera tauhid.

Bila hari itu tiba, kesepian dan keterasingan yang kita rasakan saat ini kelak hanya menjadi sebuah cerita yang akan kita di awali dengan kata Dulu.. untuk anak-anak kita. Nak dulu abi begini, dulu abi begitu.

Sahabat, saya tidak bicara soal keterasingan yang biasa, karena dipuncak keterasingan ini ada janji dari Rasul mulia.

Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.

[Ust. ACT El-Gharantaly]

BERITA TERKAIT
Perintah Rasulullah Kita Harus Adil
Buat Apa Kita Menikah?
Mengharap Kesempurnaan Nikmat Allah
Kelembutan, dan Cinta Rasulullah kepada Anak-anak
Daun Pun Bertasbih kepada Tuhannya
Luar Biasanya Doa Tahyat
Yakin dengan Jaminan Allah

ke atas