EKONOMI

Jumat, 10 Agustus 2018 | 14:32 WIB

Cemarkan Nama Baik, UU ITE Jerat Konsumen K2 Park

Cemarkan Nama Baik, UU ITE Jerat Konsumen K2 Park
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Serpong - Salah seorang Konsumen K2 Park Serpong, berinisial IK harus berhadapan dengan hukum setelah menyebarkan informasi yang dianggap mencemarkan nama baik pengembang PT Prioritas Gading Indonesia (PGI).

IK secara sadar membagikan berita tentang PGI dan mengomentari dengan isu negatif. Selain itu, IK juga diduga telah melakukan pengancaman terhadap PGI setelah permintaan refund atas pembelian unitnya di proyek K2 Park tidak dikabulkan oleh PGI.

Atas perbuatan tersebut, IK dijerat dengan pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 4 Undang-undang RI No 19 tahun 2016 atas perubahan tentang UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 ayat 1 KUHP dan atau pasal 335 ayat 2 KUHP. Saat ini status IK telah menjadi tersangka.

Pihak dari PGI, Ega Iqbal Nugraha mengatakan, gugatan ini diajukan mengingat hal yang dilakukan oleh tersangka sudah termasuk dalam tindakan pencemaran nama baik dan pengancaman.

"Padahal, saat pertemuan antara pihak kami dan tersangka, kami telah menjelaskan secara baik-baik mengenai status proyek K2 Park dan progress-nya. Kami sudah menjelaskan bahwa pihak PGI saat ini sedang memproses kerjasama dengan investor baru. Dan sesuai perjanjian jual beli yang telah disepakati antara pihak PGI dan tersangka, kami akan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan proyek K2 Park. Untuk permintaan refund dari tersangka, tetap ada aturannya sesuai yang tertuang di perjanjian yang telah ditandatangani kedua belah pihak," ujar Ega.


Namun, tersangka sepertinya tidak dapat menerima penjelasan dari pihak PGI dan tetap menuntut refund. Karena permintaan tersangka tidak dapat dipenuhi oleh PGI, maka tersangka akhirnya melakukan pengancaman terhadap PGI kepada salah satu staff marketing PGI melalui Whatsapp.

Selain itu, tersangka juga menyebarkan isu-isu negatif melalui konten sosial media, yaitu Facebook.

"Ini adalah langkah final kami, sebenarnya kami enggan mengambil langkah hukum, tetapi kami menjalankan bisnis yang menyangkut kepercayaan. Tindakan tersangka bisa melukai reputasi kami sebagai pengembang dan merusak bisnis yang sedang kami kelola," tambah Ega.

Ega berujar bahwa pihaknya sudah melakukan pendekatan dan beritikad baik untuk melakukan pertemuan-pertemuan di mana PGI telah memberikan penjelasan kepada tersangka. Namun niat baik PGI tersebut tidak disambut, justru diciderai dengan komentar negatif dan pengancaman.

Saat ini, laporan tersebut sudah terdaftar di Polda Metro Jaya Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sedangkan yang bersangkutan sudah berstatus tersangka.

"Yang jelas, kami masih berusaha agar kasus ini segera clear dan nama baik PGI juga pulih," tuturnya. [jin]
#Konsumen #K2Park #UUITE #PrioritasGadingIndonesia
BERITA TERKAIT
Gugat Pengusaha Perparkiran, Konsumen Dimenangkan
Kuota Solar Subsidi di Sragen Habis
Menperin: Pembangunan SDM Jadi Prioritas APBN 2019
Bea Cukai & BNN Ungkap Selundupan Sabu Perbatasan
(Kopsyah BMI) Sesmenkop dan UKM Serahkan Hibah Rumah ke-100
Kementan Kawal Kloter Terakhir Kuda Asian Games
Idul Adha, Pertamina Pastikan Stok LPG Aman

ke atas