NASIONAL

Jumat, 10 Agustus 2018 | 17:10 WIB

Dua Buser Gadungan Babak Belur Diamuk Massa

Happy Karundeng
Dua Buser Gadungan Babak Belur Diamuk Massa
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Sukabumi - Kapolsek Gunungguruh, Resor Sukabumi Kota, Iptu Yudi Wahyudi didampingi Kanit Reskrim Ipda Sakti Alamsyah mengatakan seorang pemuda berinisial RA (21) nyaris menjadi korban penyekapan DI (26) dan SA (26), dua orang anggota polisi gadungan.

"Kedua pelaku berniat memeras korban yang belakangan diketahui sebagai penjual obat keras jenis tramadol," katanya di Sukabumi, Jumat (10/8/2018).

Ia menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Senin (6/8/2018) lalu. Saat itu dua orang pelaku mendatangi korban untuk membeli obat tramadol senilai Rp30 ribu. Pelaku saat itu bertemu dengan korban di Kampung Tanjungsari, Desa Sinaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Sukabumi. Saat itu tanpa curiga korban memberikan 5 butir tramadol seharga Rp30 ribu.

"Korban menyerahkan 5 butir tramadol seharga Rp 30 ribu, setelah itu kedua pelaku pergi," bebernya.

Sore harinya sekitar pukul 17.30 WIB kedua pelaku kembali mendatangi korban dan berniat membeli obat keras itu dengan jumlah banyak. Baru saja korban mengeluarkan obat dari dalam tas, kedua pelaku langsung mengaku sebagai anggota Buser kepolisian.

"Korban sempat kaget, telepon seluler miliknya dirampas pelaku. Korban kemudian dinaikan ke motor dengan alasan akan di bawa ke kantor polisi," ungkap Yudi.

Saat dalam perjalanan, korban yang disekap kedua pelaku curiga dengan kedua pelaku lalu berusaha berontak dari atas motor. Ketika melintasi keramaian, korban spontan berteriak maling dan membuat kedua buser gadungan itu panik hingga motor yang dikemudikan terjatuh.

Warga yang mendengar teriakan korban langsung mendatangi lokasi, dua pelaku kemudian babak belur dihakimi massa. Berutung, dua anggota patroli polisi Polsek Gunungguruh berada tidak jauh dari lokasi dan langsung mengamankan kedua pelaku.

"Kedua buser gadungan ini kita bawa ke Polsek Gunungguruh, begitu juga korbannya. Setelah pengembangan lebih lanjut korban juga akhirnya kita tetapkan sebagai pelaku pengedar obat terlarang puluhan butir obat keras juga kita amankan," tandas Yudi. [beritajatim]

#PolisiGadungan
BERITA TERKAIT
BNPB Bantah Korban Gempa Palu Bertahan di Lumpur
Memilih Pemimpin di Pilpres 2019 Menurut UAS
Jubir Prabowo-Sandi Sindir Jokowi Soal BPJS
Sandi Lelang Gitar Seharga Rp12 Juta
Momen Saat Sri 'Tegur' Bos IMF Pose 2 Jari
Kang Emil Jualan Kopi Hingga ke Rusia
(Gempa-Tsnunami Palu) TNI Lakukan KBM di Tenda Darurat Sigi

ke atas