NASIONAL

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 02:03 WIB

H+5 Gempa Lombok, Korban Jiwa Capai 321 Orang

Happy Karundeng
H+5 Gempa Lombok, Korban Jiwa Capai 321 Orang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan dari data terakhir yang diterima BNPB diketahui jumlah korban akibat gempa 7 SR dan gempa susulannya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bergerak naik.

Ia menjelaskan, dampak gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali, hingga Jumat (10/8/2018) siang (H+5) tercatat 321 orang meninggal dunia.

''Sebaran korban di Kabupaten Lombok Utara 273 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram 7, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang,'' katanya di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Dia menambahkan, sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi. Adanya laporan-laporan tambahan jumlah korban meninggal dunia masih dilakukan verifikasi. Artinya jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang. Namun masih memerlukan verifikasi.

''Pengungsi sebanyak 270.168 jiwa yang tersebar di ribuan titik,'' katanya.

Dia memperkirakan, jumlah pengungsi juga akan bertambah mengingat belum semua terdata dengan baik. Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil.

"Untuk mengatasi ini sejak 9/8/2018 hingga sekarang, distribusi bantuan menggunakan 3 helikopter dari BNPB dan Basarnas. Bantuan dari darat terus disalurkan. Bahkan melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk membantu distribusi bantuan. Dapur umum dan pos kesehatan banyak yang didirikan untuk melayani pengungsi," ujarnya.

Sutopo menambahkan, data sementara kerusakan rumah mencapai 67.875 unit rumah. Pendataan masih dilakukan. Dari hasil analisis citra satelit terlihat kerusakan bangunan masif terjadi di Kabupaten Lombok Utara.

"Hampir 75 persen permukiman hancur dan rusak. Ini disebabkan paling dekat dengan pusat gempa dan menerima guncangan gempa dengan intensitas VII MMI. Rumah dengan konstruksi yang kurang memenuhi standar rumah tahan gempa tidak akan mampu menahan guncangan keras sehingga roboh," tandasnya.

''Kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Angka ini juga sementara,'' katanya. [hpy]

#BNPB #Gempa #Lombok
BERITA TERKAIT
(Gempa Lombok) Satkes Kogasgabpad NTB Terus Berikan Pelayanan
Kota Surabaya Punya Dua Patahan Aktif
Tolong Menolong Dalam Musibah Gempa
Gempa & Momentum Persatuan Pilpres 2019
UAS: Gempa Tanda Kiamat Semakin Dekat
Warga Palu, Sigi & Donggala Mulai Bangkit
Humas BNPB Minta Didoakan Segera Sembuh Saat Ultah

ke atas