DUNIA

Minggu, 19 Agustus 2018 | 11:38 WIB

Ini Cerita Budak Seks ISIS

Ini Cerita Budak Seks ISIS
Ashwaq (Foto: bbc)

INILAHCOM, Berlin--Seorang remaja Yazidi yang dijual sebagai budak seks oleh kelompok ISIS mengatakan kepada BBC bahwa dirinya ketakutan setelah melarikan diri ke Jerman, karena bertemu langsung dengan seseorang yang telah menyekapnya.

BBC melaporkan, Sabtu (18/8/2018), Ashwaq, 14 tahun, disekap ketika kelompok militan ISIS menguasai wilayah Irak utara, termasuk wilayah yang ditinggali orang-orang Yazidi.

Mereka menyekap ribuan perempuan untuk dijadikan budak seks, di antaranya adalah Ashwaq, untuk dijua seharga US$100 kepada seorang pria bernama Abu Humam.

Diperkosa dan disiksa, Ashwaq berhasil melarikan diri tiga bulan kemudian dan pergi ke Jerman bersama ibu dan saudara laki-lakinya.

Dan beberapa bulan yang lalu, di sebuah ruas jalan di dekat supermarket, dia mendengar seseorang memanggil namanya.

Ashwaq mengatakan kepada BBC: "Dalam perjalanan pulang ke sekolah, sebuah mobil berhenti di sebelah saya. Dia duduk di kursi depan. Dia berbicara dengan saya dalam bahasa Jerman dan bertanya: 'Apakah kamu Ashwaq?' Saya sangat takut, saya gemetar. Saya berkata: 'Tidak, siapa kamu?'

Pria di dalam mobil itu kemudian menjawab: "Aku tahu kamu adalah Ashwaq, dan aku Abu Humam."

Menurut Ashwaq, pria itu lantas mulai berbicara dengan bahasa Arab dan mengatakan kepadanya agar dirinya tidak berbohong kepadanya.

"Aku tahu kamu, katanya. Dan aku tahu di mana kamu tinggal dan dengan siapa kamu tinggal. Dia tahu segalanya tentang kehidupan saya di Jerman."

Dia menambahkan: "Saya tidak pernah percaya bahwa saya akan menghadapi kenyataan seperti ini di Jerman. Saya meninggalkan keluarga dan negara saya dan pergi ke Jerman untuk melupakan derita dan pilu. Tapi saya bertemu kembali dengan anggota ISIS yang menyekap saya dan dia tahu segalanya tentang saya."

Jaksa penuntut Jerman mengatakan bahwa Ashwaq telah melaporkan insiden itu kepada polisi lima hari setelah kejadian.

Ashwaq mengatakan bahwa dirinya telah mengungkapkan apa saja yang dialaminya, termasuk pengalaman mengerikan yang dialaminya selama di Irak.

Penyidik kepolisian kemudian melakukan identifikasi wajah penyekapnya dan memintanya agar mengontak kepolisian secepatnya apabila dia melihat kembali Abu Humam.

Dia mengaku dirinya sudah meminta polisi untuk memerika kamera pengintai (CCTV) di supermarket, tetapi sepertinya tidak ada tindaklanjutnya.

"Saya sudah menunggu sebulan penuh," ungkapnya, tetapi dia belum menerima informasi lebih lanjut.

Karena merasa ketakutan bertemu kembali dengan penyekapnya, dan di sisi lain ingin kembali tinggal dengan empat saudara perempuannya, Ashwaq kembali ke Irak Utara.

Dia telah meninggalkan kota Schwbisch Gmnd di Jerman, kota yang dulu diharapkannya untuk memulai hidup baru.

"Jika Anda belum mengalaminya, Anda tidak akan tahu bagaimana rasanya ...," katanya. "Ketika seorang perempuan diperkosa oleh militan ISIS, kamu tidak dapat membayangkan seperti apa ketika kamu bertemu kembali dengan pelakunya."

Frauke Khler, juru bicara Pengadilan Tinggi Jerman, mengatakan polisi telah melakukan berbagaiu paya untuk mencari Abu Humam dengan didasarkan gambar rekaan dan kesaksian Ashwaq, tetapi tidak dapat menemukannya.

Pada saat mereka kembali menghubunginya pada Juni lalu sebagai bagian dari penyelidikan, Ashwaq telah kabur ke Irak.

Namun, para pegiat di Jerman mengatakan kasus yang dialami Ashqaq kemungkinan bukan insiden satu-satunya.

Dzen Tekkal, seorang aktivis dan pendiri Hawar.Help, organisasi yang berbasis di Berlin yang mengkampanyekan hak-hak Yazidi, mengatakan dia telah mendengar beberapa kasus serupa yaitu pengungsi perempuan Yazidi yang mengaku bertemu militan ISIS di Jerman.

Ashwaq sendiri mengatakan bahwa dia juga pernah mendengar insiden serupa dari beberapa perempuan Yazidi lainnya yang berhasil kabur dari penyekapan kelompok ISIS.

Namun tidak semua kasus dilaporkan kepada pihak berwenang di Jerman. [bbc/lat]

#budak #seks #isisi
BERITA TERKAIT
Daerah Sipil Libya Berubah Jadi Medan Perang
Alibaba Bertahan di Daftar Pasar Barang Palsu AS
Serangan Koalisi di Suriah, 1.600 Sipil Tewas
AS: Awas Serangan Baru di Sri Lanka
Mantan Wapres Era Obama Maju Pilpres AS
Hari Ini Kim dan Putin Bahas Nuklir
PBB Minta Saudi Tunda Pelaksanaan Hukuman Mati

kembali ke atas