OLAHRAGA

Selasa, 21 Agustus 2018 | 13:42 WIB
(Asian Games 2018)

4 Atlet Jepang Terlibat Prostitusi Minta Maaf

Arif Budiwinarto
4 Atlet Jepang Terlibat Prostitusi Minta Maaf
(Foto: GettyImages/AFP)
INILAHCOM, Tokyo - Empat pebasket Jepang yang dipulangkan dari Asian Games karena terlibat prostistusi memintaa maaf kepada publik. OCA berharap atlet bisa menjaga nama baik negaranya di event apapun.

Empat pebasket putra Jepang, Yuya Nagayoshi (27 tahun), Takuya Hashimoto (23 tahun, Takuma Sato (23 tahun) dan Keita Imamura (22 tahun) harus dipulangkan dari Asian Games 2018 setelah ketahuan menginap di hotel bersama wanita Pekerja Seks Komersial (PSK), Kamis (16/8/2018) lalu.

Mereka diketahui sebagai atlet Jepang yang tengah mengikuti Asian Games 2018 karena masih mengenakan atribut kontingen Negeri Matahari Terbit saat keluyuran malam.

Sesampaianya di tanah airnya, keempat atlet tersebut didampingi Chief de Mission (CdM) Jepang, Yasuhiro Yamashita, meminta maaf kepada publik Jepang atas kejadian memalukan tersebut.

Di depan para jurnalis yang hadir dalam jumpa pers, keempat pebasket tersebut membungkukan diri sebagai permintaan maaf dan mengakui tindakan memalukan yang mereka perbuat di Jakarta.

"Kepada mereka di Asosiasi Basket Jepang, tim saya Kyoto Hannaryz, semua delegasi Jepang di Asian Games, rekan setim dan staf, saya sungguh meminta maaf atas perbuatan hina tersebut," ujar Yuya Nagayoshi.



Permintaan maaf juga dilontarkan Yasuhiro Yamashita. Ia menyesalkan tindakan atlet yang merugikan nama baik Jepang.

"Ada tindakan yang menyalahi kode etik tim Jepang. Dan itu mengkhianati bangsa Jepang," kata Yasuhiro seperti dikutip dari Dailymail.

"Sebagai pimpinan delegasi Jepang (di Asian Games), kami sangat menyesal dan meminta maaf sedalam-dalamnya dari hati yang terdalam," ia melanjutkan.

Sementara itu, Presiden Olympic Council of Asia (OCA), Sheikh Ahmad al-Fahad al-Sabah, mengingatkan kepada para atlet yang berlaga di Asian Games 2018 agar menjaga sikap dan nama baik negaranya masing-masing.

"Atlet seharunya menjadi simbol bagus bagi masyarakat mereka. Mewakili negara bukan hanya merai medali," kata Sheikh Ahmad.

"Tetapi juga, bagaimana Anda bersikpa dengan atlet lainnya, ofisial, relawan, dan tentunya memberi contoh yang baik," pungkasnya.
#AsianGames #Jepang #Basket
BERITA TERKAIT
Emas Atlet Mongolia Dibatalkan karena Doping
Kemenpora Evaluasi Cabor yang Gagal Penuhi Target
Tim Bulutangkis Indonesia Kembali Dapatkan Bonus
Dapat Bonus 1,8 M Apa Rencana Jonatan Christie?
PBSI Beri Bonus Peraih Medali di Asian Games 2018
Peak Indonesia Kerja Sama dengan Srikandi Cup
Atlet Tanpa Raihan Medali Tetap Dapat Bonus

ke atas