PASAR MODAL

Selasa, 28 Agustus 2018 | 10:44 WIB

PPRE Yakin Capai Pendapatan Rp4,9 T di Akhir Tahun

M Fadil Djailani
PPRE Yakin Capai Pendapatan Rp4,9 T di Akhir Tahun
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PTPP Presisi Tbk (PPRE), yakin dapat meraup pendapatan hingga Rp4,9 triliun sampai akhir tahun ini. Pada semester I-2018 pendapatan perseroan tercatat Rp1,33 triliun, atau 27% dari target.

Direktur Keuangan PPRE, Benny Pidakso mengatakan pendapatan perseroan tumbuh 360% dari Semester I 2017, menjadi Rp1,33 triliun dari sebelumnya Rp290 miliar.

Pertumbuhan ini tertinggi dibandingkan emiten konstruksi lainnya, termasuk pemegang saham mayoritasnya, PT PP (Persero) Tbk maupun BUMN Konstruksi lainnya.

Segmen pendapatan yang berkontribusi paling besar adalah pekerjaan sipil sebesar 76% dari total pendapatan. Sementara itu laba bersih tumbuh 418% menjadi Rp146,13 miliar dari sebelumnya Rp28,17 miliar.

"Dengan pencapaian kinerja keuangan perseroan yang sangat baik, tentunya ini menguntungkan bagi investor kami," kata Benny di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Menurut Benny, target pendapatan PPRE tahun 2018 sebesar Rp4,9 triliun masih akan tercapai, mengingat emiten konstruksi mencatat pendapatan terbesar pada semester II setiap tahunnya. Pada semester pertama ini pendapatan mencapai 27% dari target tahunan.

Target kontrak baru 2018 adalah Rp7,5 triliun dan pada semester pertama ini, PPRE telah mencatatkan Rp3,1 triliun. Sebagian besar kontrak baru yang didapat berasal dari sektor swasta (83%) dan di bidang pertambangan (79%).

Tambahan Kontrak Baru yang diperoleh selama Juli sebesar Rp421,2 miliar yang sebagian besar merupakan kontrak proyek runway Bandara Soetta Terminal 3-section 1 dan pekerjaan sipil Ruas Tol Gempol Pasuruan. Bersama dengan kontrak baru ini maka order book yang dihadapi oleh PPRE pada Juli 2018 adalah sebesar Rp12,5 triliun.

Proyek-proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan saat ini adalah: Tol Bakauheni-Sidomulyo, Tol Pandaan-Malang, Tol Manado-Bitung, Bendungan Way Sekampung, Bendungan Leuwi Keris. Sementara proyek-proyek sipil yang akan dimulai adalah Proyek Runway 3 Bandara Soekarno Hatta Section 1 & 2.

Untuk menghadapi peningkatan orderbook ini, perusahaan meningkatkan kapasitasnya dengan pembelanjaan alat-alat berat. Dump truck bertambah hampir 600 unit dalam setengah tahun 2018, sementara mixer truck bertambah hampir 30 unit.

Total armada bergerak per Juni 2018 mencapai 2.295 unit dengan rata-rata umur 1,88 tahun. Ini berarti penambahan 610 unit dari total di Desember 2017 sebanyak 1.685 unit dengan umur rata-rata 2,49 tahun. [hid]

#PPRE #PTPPPresisi
BERITA TERKAIT
Saham PT Timah Coba Akhiri Pelemahan
Saham Perdana PT Golden Flower Naik 50%
Saham Antam Masih Bisa Naik
Bursa Saham Asia sudah Bergerak Variatif
IHSG Cenderung Naik 0,03% ke 6.322 di Awal Sesi
Ini Harapan Global dari Pertemuan AS-China di G20
Harga Minyak Mentah Turun Tipis Jelang Data AS

kembali ke atas